oleh

Cerita Pasar balong dari catatan bupati Majalengka tahun 1950-1958

-News-55 views

Min.co.id-Majalengka-Orang Majalengka pasti sering mendengar nama pasar balong kalau berkunjung ke Majalengka karena sudah tidak asing lagi dan bisa dibilang pasar pertama yang ada menurut pemerhati sejarah grup majalengka baheula (Grumala) di pasar balong pada hari minggu (12/7/2020)

Menurut salah seorang pemerhati sejarah majalengka pengurus Grumala Nana Rohmana mengatakan bahwa sepengetahuan dan hasil penelusuran bahwa Pasar Balong Majalengka Kulon adalah Pasar tradisional yang berada di jalan Cibasale ini mempunyai sejarah panjang

Pasar ini keberadaannya sudah ada sejak jaman kolonial dan beberapa kali pindah tempat memang pada awalnya pasar ini dikenal dengan sebutan Warung Babu Peti yang berada di jalan Emen Slamet kini dekat SLB ungkap Naro

Dari hasil penelusuran tim Grumala bahwa dulu yang berjualan hanya warung Seorang Ibu ibu yang dikenal dengan nama panggilan Babu Peti diperkirakan sekitar tahun 1940 an, kemudian yang jualan bertambah banyak begitu juga dengan para pembelinya yang semakin ramai

Dan semakin dikenalnya pasar balong setelah Indonesia merdeka para pedagang mulai memenuhi lokasi dan bertambah banyak, maka pada tahun 1951 dibeli lah sebidang tanah Eigendom verp seluas 643 m persegi di pinggir jalan oleh pemerintah daerah, yang kala itu dipimpin Bupati M Nuratmadibrata dengan inisiatifnya setelah dibeli tanah tersebut dibuatlah kios kios sederhana katanya

Menurut catatan sekitar tahun 1951 setelah jadi kios para pedagang pun pindah yang tadinya dagang di jl. Emen Slamet ke pasar baru yang lebih memadai karena menurut cerita dari keturunan yang berdagang disitu mengatakan dulunya banyak Empang (Balong) akhirnya penduduk banyak mengatakan pasar balong ini berdasar catatan Bupati Muhammad Nuratmadibrata 1950 – 1958 dan berbagai sumber lainnya

Jadilah sampai sekarang dikenal oleh masyarakat dengan nama pasar balong dan masih bertahan sampai sekarang dengan jumlah pedagang yang ada setiap pagi selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar dan para pedagang dari luar Majalengka yang mengisi lapak buah buahan dan sayuran pungkas Naro (topik)

Komentar

News Feed