oleh

Kemandirian Supratman, Haji Tunanetra Asal Lombok

-News-335 views
Madinah (PHU)—Bus pengantar jemaah haji asal debarkasi Lombok kloter 9 merapat di pavilliun Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz pada Ahad (9/9/2018) sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Selain tas-tas tambahan yang terlihat mencolok, jemaah LOP-9 berdandan arabic style, bagi para jemaah laki-laki. Mereka mengenakan top putih dan sorban di kepala, yang sebagian dililitkan layaknya Pangeran Diponegoro.

Satu diantara mereka terlihat lelaki setengah baya berkacamata hitam yang terus saja digandeng istrinya. Dia Supratman (50) dan istrinya bernama Minarsik. Saat ditanya dia mengaku sebagai tuna netra. Tidak jelas sejak kapan dia mengalami keterbatasan itu.

“Meskipun saya ada keterbatasan tapi alhamdulillah semua rangkaian ibadah haji saya tidak ada yang tertinggal,” tegas Supratman didampingi adiknya bernama Winarsih sesaat istrinya pamit shalat.

“Semua dipandu istri saya,” imbuhnya. Dia juga tidak pernah merasa berat untuk beribadah meskipun kondisinya tidak sempurna.

“Semua saya kerjakan dengan baik tanpa kursi roda,” tutur Supratman yang ternyata berprofesi sebagai Guru Olahraga di SD N Kawo Lombok Tengah.

Supratman menuturkan saat tawaf dan sa’i dia terus berpegangan pada pundak teman agar tidak terpisah.

“Kalau di jamarat saya digandeng istri,” jawab Supratman dengan nada tegas.

Sementara menurut Winarsih (47) yang merupakan adik kandung Supratman, selama berhaji Supratman cukup mandiri.

“Kakak saya cukup mandiri seperti orang normal. Bahkan di rumah bisa perbaiki listrik sendiri,” ujar Winarsih yang juga merupakan seorang pengajar di Madrasah Ibtidaiyah.

Kloter LOP-9 akan diterbangkan pada Senin (10/9) pukul 00.45 WAS dari bandara PMAA Madinah. Sebanyak 455 jemaah bersama petugas kloter menggunakan pesawat Garuda nomor penerbangan GIA-5209. (ab/ab).

Komentar

News Feed