oleh

Kecam Tindakan Asusila terhadap Remaja di Bangkalan, Insan GenRe Jatim Audiensi dengan Dinas KBP3A

-News-63 views

Min.co.id-Jatim-Insan Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Jawa Timur melakukan kunjungan ke Bangkalan dan melakukan audiensi dengan Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kab Bangkalan serta Insan GenRe Kabupaten Bangkalan. Hal ini setelah mendengar kabar adanya pemberitaan tindakan asusila oleh 7 orang tidak dikenal terhadap seorang perempuan berinisial S (20 tahun) warga Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Pimpinan Insan GenRe Jawa Timur, Haydar Iskandar, Jumat (3/7) berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali. Hal ini merupakan kejadian yang jauh dari moral.

“Selain keluarga korban, kami juga merasakan kesedihan yang mendalam atas peristiwa ini. Tentu kami percaya kepada pihak kepolisian atau pihak terkait dalam menanangani kasus ini, sehingga harapan kami para pelaku segera tertangkap dan dihukum dengan setimpal,” ujar Haydar.

Haydar mewakili seluruh kelompok Insan GenRe Jawa Timur juga menyampaikan duka yang mendalam kepada pihak keluarga korban. Ia mendoakan semoga keluarga diberikan ketabahan dan para pelaku segara ditangkap. “Kita percayakan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, semoga dalam waktu dekat para pelaku dapat ditangkap,” tuturnya.

Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Bangkalan, Amina Rahmawati, menyatakan prihatin dan menyayangkan atas kejadian ini. Ia pun berharap pelaku segera ditangkap dan diberikan hukuman yang sesuai sebagai efek jera agar tidak menimbulkan kejadian serupa berikutnya.

“Kami berharap 7 pelaku tindakan asusila ini dapat segera ditangkap dan diadili secara tegas,” kata Amina.

Sebelumnya telah diberitakan, nasib malang menimpa seorang perempuan usia 20 tahun dengan inisial S yang merupakan gadis asal Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura. Ia mengalami tindakan asusila oleh tujuh orang tak dikenal, pada Sabtu (27/6/2020) dini hari di dekat rumahnya.

Kemudian pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Bangkalan pada Minggu (28/6/2020). Namun setelah 3 hari melaporkan ke Polres Bangkalan, korban dikabarkan meninggal dunia dengan cara bunuh diri di dapur rumahnya karena diduga mengalami depresi dan mendapatkan teror dari pelaku.

Hingga kini, kasus dengan laporan bernomor LPB/116/ Vl/Res.1.4/2020/Reskrim SPKT ini sedang diselidiki oleh Polres Bangkalan.(her/s)

Komentar

News Feed