oleh

Musium Alit Grup Majalengka Baheula, Naro Inginnya Sih Musium Beneran

Min.co.id – Majalengka – Majalengka can boga musium jadi ngereuyeuh nu Aya dikumpulkeun sugan boga musium beneran anu permanen (Majalengka belum punya musium jadi kita terus berjalan saja yang ada kita kumpulkan sampai Majalengka punya musium beneran yang permanen: red).

Itulah gaya bahasa para Jurig (Juru Gejlig) grup majalengka baheula atau lebih dikenal GRUMALA komunitas yang berada di Majalengka yang masih eksis dalam masalah sejarah lama Majalengka.

Ketua Grup Majalengka Baheula (GRUMALA) Nana Rohmana alias Naro mengatakan bahwa keberadaan grumala sudah lama ada dan bergerak dalam hal penelusuran keberadaan Majalengka lama, satu persatu dari mulai cerita dan sisa peninggalan sejarah terkait Majalengka dikumpulkan.

Karena menurutnya semoga bisa jadi bahan kedepannya bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan tahu apa saja yang pernah ada di Majalengka selain Kerajaan Talaga dan sisa-sisa peninggalan purba, ujarnya.

Sekarang sudah semakin banyak bermunculan pelaku atau pegiat yang mencari keberadaan sisa sisa sejarah majalengka dari mulai penelusur, penulis bahkan yuotuber sekarang eksis mengangkat Majalengka, ucapnya

Dalam hal ini Grumala berharap pemerintah bisa memfasilitasi grup kami Grumala untuk bisa menyimpan tulisan, Poto maupun artepak yang ditemukan biar lebih banyak terkumpul dan aman dalam penyimpanan, ungkapnya.

Jadi kami memerlukan tempat untuk dijadikan musium yang permanen agar yang mempunyai barang barang bersejarah lebih nyaman kalau dititipkan kepada kami, imbuhnya.

Saya berharap Pemerintah Majalengka segera memikirkan untuk sebuah gedung musieum karena sudah banyak koleksi barang pribadinya yang disimpan, bahkan untuk foto pun dari mulai mencetak dan figuranya menggunakan uang pribadi, ungkapnya.

Senada seperti dikatakan Taufik Hidayat yang juga anggota aktif Grumala mengatakan bahwa dirinya sudah memiliki sertifikat sertifikasi dari BPNT Nasional SKKNI tentang kepemanduan musium tapi Pemda Majalengka belum memiliki Gedung Musium, tidak seperti tetangga Kabupaten lainnya sudah pada memiliki musium, ungkapnya.

Jadi sudah sewajarnya pemerintah peduli kepada komunitas yang sangat eksis dalam sejarah majalengka untuk diberikan fasilitas dengan mau dan bersusah payah mencari dan menelusuri jejak majalengka tersebut dengan modal sendiri.

Semoga Pemda Majalengka membaca dan mau membantu terhadap komunitas yang konsen terhadap kepedulian daerahnya untuk diketahui generasi yang akan datang ada cerita dan peninggalan di musium, tegasnya. (red)

Komentar

News Feed