oleh

Grumala Ungkap Sejarah Majalengka di Makam Bupati Pertama Dalam Acara Ziarah

Kasi Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka Dede Taufik, yang mewakili Kadisparbud, selain mengapresiasi inisiasi Grumala yang mengadakan ziarah sejarah ini, juga memaparkan bagaimana upaya pemerintah terkait peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Majalengka.

Min.co.id, Majalengka – Sejarah baru Majalengka terungkap oleh Grup Madjalengka Baheula (GRUMALA), ada makam Bupati pertama Majalengka Raden Tumenggung Dendanegara, sebagai Bupati Pertama Kabupaten Majalengka berdasarkan Staatsblaad tahun 1840 di lokasi Makam Depok Desa Gunung Wangi, Senin (11/2/2019).

Grumala, adalah komunitas pecinta sejarah dan budaya di Majalengka yang sudah berdiri sejak 2014 yang didirikan oleh Nana Rohmana dan ketua Grumala Andi Iman Wandi, mengadakan ziarah sejarah ke makam Raden Tumenggung Dendanegara sebagai Bupati Pertama Kabupaten Majalengka berdasarkan Staatsblaad tahun 1840.

Selama ini letak persisnya makam Bupati pertama Majalengka tersebut masih menjadi misteri. Dari beberapa keterangan tertulis yang sudah ditemukan hanya disebutkan bahwa makam R.T Dendanegara berada di Gunung Wangi Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka.

Ada pun letak persisnya tak ada yang menyebutkan pasti. Dari penelusuran gigih tak kenal lelah Juru Gejlig Grumala yaitu Nana Rohmana alias (Kang Naro), akhirnya makam R.T Dendanegara ditemukan di Pemakaman Depok Desa Gunung Wangi. Penemuan ini didukung fakta yang sangat otentik berdasarkan analisis Ki Tarka, ahli huruf Jawa Kuno yang sengaja diundang oleh Grumala ke Makam R.T Dendanegara untuk memastikan hal ini dengan cara membaca tulisan yang ada pada nisan makamnya.

Setelah penemuan didukung oleh fakta dan data otentik yang bisa dipertanggungjawabkan, maka Grumala menggagas ziarah sejarah dengan mengundang berbagai pihak untuk ikut serta pada pelaksanaannya dengan tujuan untuk memperkenalkan makam sekaligus mengajak masyarakat agar menghargai dan mengapresiasi tokoh bersejarah bagi Kabupaten Majalengka ini.

Dalam acara ini hadir pula dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka H. Gatot Sulaeman yang diwakili oleh Kabid kebudayaan Dedi dan Kasi kebudayaan Dede, tokoh budayawan Rahmat Iskandar, jajaran Muspika Kecamatan Argapura, Kepala Desa Gunung Wangi beserta aparat, Dekkma, perwakilan dari keturunan RT. Dendanegara, Karang Taruna Kabupaten Majalengka dan komunitas-komunitas seperti Sadulur Majalengka, dan undangan lainnya

Dalam sambutannya Ketua Grumala, Drg. H. Andi Iman Wandi, menjelaskan liku-liku kronologis penelusuran makam R.T Dendanegara hingga berhasil diungkapnya misteri keberadaan makam Bupati Pertama Kabupaten Majalengka ini dengan dukungan data dan fakta yang meyakinkan, serta berhasil diselenggarakannya acara ziarah sejarah ini yang merupakan murni hasil swadaya komunitas Grumala ungkap Andi.

Lebih lanjut Grumala telah berhasil membuat sejarah dengan mengungkap misteri keberadaan makam Bupati pertama Kabupaten Majalengka, maka dengan demikian mempunyai dampak juga terhadap penetapan hari jadi Kabupaten Majalengka, setidaknya menurut persepsi Grumala.

Sementara dalam riwayat sejarah Bupati pertama Majalengka yang sebagai narasumbernya adalah budayawan sekaligus penulis dan mantan wartawan H. Rahmat Iskandar selain mengapresiasi kerja Grumala hingga 1000% ungkapnya sekarang yakin dengan kepastian yang mana makam Bupati Majalengka pertama ini, Rahmat Iskandar juga menghimbau kepada pemerintah Kabupaten Majalengka untuk hendaknya tak lagi hanya sekedar menziarahi makam di Margatapa yang menurut beliau sebenarnya itu adalah makam Kuncen Muhamda Hafidz, bukan Pangeran Muhammad putra Raden Panjunan seperti yang selama ini diyakini, kini sebaiknya mengarahkan ziarah ke makam R.T Dendanegara ini yang sudah jelas didukung bukti-bukti yang akurat ungkap Rais sapaan dari Rahmat Iskandar.

Sementara dalam pidatonya Kasi Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka Dede Taufik, yang mewakili Kadisparbud, selain mengapresiasi inisiasi Grumala yang mengadakan ziarah sejarah ini, juga memaparkan bagaimana upaya pemerintah terkait peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Majalengka. Salah satunya yakni dengan pengalokasian dana untuk honor bagi juru pelihara makam yang merupakan benda cagar budaya dan akan menyampaikan keinginan dari para pemerhati sejarah mengenai usulan untuk ziarah ke makam Bupati Majalengka pertama ini pungkasnya. (topik)

Komentar

News Feed