oleh

BAZNAS Majalengka Studi Banding ke Jawa Tengah Guna Genjot Pendapatan

Min.co.id – Majalengka – Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Majalengka melakukan studi banding ke Baznas Provinsi Jawa Tengah. Tujuannya untuk belajar pengelolaan Baznas, sehingga nantinya akan mampu mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Sebagai catatan, Baznas Provinsi Jawa Tengah tadinya hanya mencatat pemasukan zakat, infaq dan sedekah hanya di angka Rp. 600 jutaan. Namun kini tercatat sudah di angka Rp. 2,5 miliar.

Bupati Majalengka H. Karna Sobahi didampingi Ketua Baznas Majalengka H. Agus Yadi Ismail, juga didampingi Asda dan Kabag Kesejahteraan Rakyat ikut dalam study banding ke Baznas Provinsi Jawa Tengah.

Bupati Majalengka H. Karna Sobahi mengatakan pihaknya merasa perlu untuk melakukan study banding ke Baznas Provinsi Jawa Tengah, mengingat pengelolaannya dianggap telah cukup berhasil dalam mengentaskan dan mengurangi angka kemiskinan.

“Study ini sangat penting, kita jadi mengetahui secara langsung bagaimana pengelolaan Baznas Provinsi Jawa Tengah. Sewaktu study banding itu kita menemukan banyak ilmu yang harus diterapkan dalam pengelolaan Baznas Majalengka,” ujarnya, Selasa (20/9/2022).

Bupati menambahkan, terlebih soal potensi UMKM yang diterapkan oleh Baznas Provinsi Jawa Tengah telah cukup banyak membantu usaha kecil menengah.

“Penerapan program untuk membantu UMKM di Jawa Tengah juga dinilai telah berhasil, ini program UMKM dengan Baznas juga perlu diterapkan di Majalengka‎,” ungkapnya.

Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, H. Agus Yadi Ismail mengatakan pihaknya punya program Majalengka Cageur, Majalengka Pinter dan Majalengka Bener. Dengan study banding ke Baznas Provinsi Jawa Tengah, pihaknya pun siap untuk mengadopsi program supaya lebih berhasil, lebih baik lagi di masa yang akan datang.

“Insya Allah, hasil belajar dan study banding ke Baznas Provinsi Jawa Tengah bisa kita terapkan di Baznas Majalengka. Program di sana itu membantu permodalan untuk usaha kecil dan menengah atau UMKM,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH. Ahmad Daroji mengatakan, pihaknya punya program pembiayaan dan akses permodalan bagi masyarakat pelaku usaha kecil dan menengah atau UMKM.

Baznas Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan permodalan maksimal tiga juta rupiah. Dengan nama program Baznas Mikro Finance. (red)

Komentar

News Feed