oleh

Gubernur Khofifah dan Kapolrestabes Surabaya Pimpin Sholawat dan Baca Saritilawah Ayat Persatuan

-News-113 views
Min.co.id-Jatim-Nahdlatul Ulama Kota Surabaya kembali menggelar Malam Lailatul Qiroah dalam rangka memperingati Nuzulul Qur`an 1440 Hijriyah, di Taman Bungkul, Rabu (29/5).
Acara tersebut memang sudah menjadi agenda tahunan yang rutin digelar setiap bulan Ramadhan di Taman Bungkul Surabaya. Namun kali mengambil tema ayat-ayat  persatuan.
Peringatan malam Nuzulul Quran tersebut dihadiri sekitar 6000 undangan dari anggota dan pengurus NU, Pengurus Lembaga dan Pengurus Badan Otonom NU Kota Surabaya.
Dalam acara ini juga dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kapolrestabes Surabaya, Kombes.Pol.Sandi Nugroho, Rois Syuriah NU Kota Surabaya KH Mas Sulaiman Nur, KH Muhibbin Zuhri dan jajaran para ulama NU.
Tidak hanya memberikan tausiyah, Gubernur Jawa Timur juga memimpin membacakan sholawat bersama penerbang hadrah Al-Banjari,Muslimat NU, GP Anshor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, TNI-Polri dna Bonek Persebaya Surabaya.
Khofifah mengajak semuanya senantiasa melantunkan shalawat seperti halnya perintah tertuang dalam kitab suci Al Quran.
Ia juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga perdamaian dan persatuan agar semuanya bisa menjalankan ibadah dengan tenang, jangan seperti negara-negara yang saat ini berkonflik. “Sekali lagi jaga persatuan, jaga persaudaraan,”tegasnya.
Pada peringatan malam lailatul qiroah tahun digelar untuk mengajak umat Islam dan masyarakat muslim untuk lebih memahami ayat-ayat Al Quran yang berkaitan dengan makna persatuan dan kesatuan serta kasih sayang antar sesama umat manusia.
Hal tersebut disampaikan oleh KH Dr Muhibbin Zuhri, MAg Ketua NU Kota Surabaya.”Malam Lailatul Qiroah mempersembahkan suara indah Qiroah Sah’ah dari tujuh Qori dan Qoriah millenial terbaik Nahdlatul Ulama Surabaya, dan saritilawah menampilan para pejabat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan dipilihnya tema tersebut dilatarbelakangi nuansa batiniyah tanah air yang baru saja menghadapi serangkaian ujian kejadian yang berimbas pada ancaman perpecahan bangsa, pasca Pemilu 2019.
“Melalui kegiatan tersebut, kami mencoba mensyiarkan Islam dengan melibatkan para pemimpin Surabaya untuk bersama memberikan pemahaman akan nilai-nilai Islam khusunya tentang persatuan dan kasih sayang terhadap sesama melalui lantunan kalam ilahi yang berhubungan dengan hal tersebut, agar Surabaya lebih damai,” ujarnya. (Mad)

Komentar

News Feed