oleh

Tugu Hidroponik, Berbisnis Sambil Kampanyekan Budaya Menanam untuk Generasi Milenial

-BIsnis-195 views

Min.co.id, Indramayu – Terinspirasi untuk mengkampanyekan budaya menanam, empat pemuda dari Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg membangun bisnis tanaman hidroponik yang mereka namai Tugu Hidroponik.

“Sekarang calon petani muda sudah jarang. Ditambah lagi tanah produktif banyak yang tergantikan oleh pembangunan. Tentu saja ini menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan,” ungkap Pidri, direktur Tugu Hidroponik, Minggu (31/1/2021).

Sembari membagi waktu dengan pekerjaannya, Pidri dan teman-temannya ingin Tugu Hidroponik tidak hanya sekadar bisnis, mereka ingin budaya menanam bisa dikembangkan oleh generasi milenial.

Selain itu, inovasi-inovasi baru juga akan mereka lakukan. Salah satunya dengan memanfaatkan tenaga matahari untuk listrik, sebagai alternatif disaat mati listrik.

Dengan kapasitas 1280 lubang, sudah lebih dari sepuluh jenis tanaman yang ditanam di Tugu Hidroponik. Lima diantaranya yang paling diminati adalah pakcoy, salada, bayam hijau, bayam merah, dan kangkung.

Harga jual sayur hidroponik ini, berbeda dengan harga sayur konvensional. Harga jualnya Rp6.000 per pak untuk semua jenis sayur. Untuk harga per kilogramnya berkisar Rp20.000-an.

“Untuk penjualan, kami jual ke konsumen langsung, dijual ke warga sekitar, ke komunitas-komunitas, ke seller, ke beberapa dokter, dan mulai masuk ke swalayan. Saat ini sudah mulai banyak permintaan, tapi stok kurang terus,” ujar Apip Mauludin, manajer marketing Tugu Hidroponik.

Pidri dan tiga temannya mulai menanam hidroponik sejak awal tahun lalu, sebelum pandemi melanda Indonesia. Kemudian diresmikan pada tanggal 8 Agustus 2020. Dalam sebulan, mereka panen sebanyak empat kali atau satu Minggu sekali.

“Kami pernah tiga kali gagal tanam. Karena masih belajar. Tidak tahu medan juga. Yang pasti kami masih fokus ke kualitas. Sesuai slogan kami, sayur sehat, kualitas hebat,” ujar Pidri.

Tidak sebatas mengkampanyekan budaya menanam, kedepannya Tugu Hidroponik diharapkan bisa menjadi pusat wisata dan edukasi bagi masyarakat serta dapat memberikan ruang edukasi ke sekolah-sekolah. (iim)

Komentar

News Feed