oleh

ABDSI-UMKM Crisis Center Ciayumajakuning Siap Bantu Konsultasi Dampak Covid-19

-News-159 views

Min.co.id-Majalengka-Asosiasi Bussines Development Indonesia (ABDSI) membuat UMKM Crisis Center – Penanganan Dampak Ekonomi Pandemi Corona tingkat Nasional informasi wawancara media min.co.id dengan ketua DPN ABDSI lewat Telepon pada hari sabtu (28/3/2020)

Setelah mencermati dan mengikuti perkembangan penangangan bencana non alam Pandemi Covid-19 Corona yang terjadi di Indonesia, ABDSI melihat bahwa bencana ini telah membawa dampak yang sangat berat terhadap perekonomian lokal dan para pelaku UMKM.

Oleh karena itu dalam rangka berjuang melawan dampak ekonomi bagi para pelaku UMKM di Republik Indonesia ini maka ABDSI membentuk UMKM Crisis Center – Penanganan Dampak Ekonomi Pandemi Corona ungkap nya

Menurut Cahyadi Joko Sukmono
Ketua Umum DPN ABDSI bahwa UMKM Crisis Center diinisiasi dari tanggal 17 Maret 2020 dsb sementara untuk pendataan baru dilaunching tanggal 24 Maret 2020

Ketua Umum DPN ABDSI mengatakan bahwa prinsipnya UMKMCC ini merupakan upaya respon cepat dalam mengantisipasi dan menangani dampak pandemi Covid-19 bagi UMKM dan perekonomian local.

Bahkan menurut Cahyadi adapun kegiatan inti pada masa tanggap darurat ini adalah
a. Pendataan Partisipatif UMKM Terdampak – Rapid Assesment
b. Klinik Bisnis Tanggap Darurat – Verifikasi
c. Pendampingan Business Kontigensi / Resillience
d. Micro and small business safety net
e. Pendampingan Program Pemerintah dan Lembaga pemerintah

Dan di wilayah CIAYUMAJAKUNING sekarang sudah ada dibentuk UMKM Crisis Center – Penanganan Dampak Ekonomi Pandemi Corona yang diinisiasi oleh Alya Maqdis Djoyohadiningrat beserta dinas terkait UMKM setempat

Sampai jam 08.00 WIB hari ini UMKM yang terdampak sebanyak 2.386 di berbagai provinsi dimana Jawa Barat masih mendominasi terbesar sebanyak 709 dan disusul DIY 461 dan Bali 200 UMKM

Yang terbesar kena dampak adalah UMKM yang penghasilannya Rp 0-300 juta sebanyak 85 % dan Rp 300-2.5 M sebanyak 13% sisanya yang berpenghasilan Rp 2.5 M lebih yang terdampak Covid-19 (topik)

Komentar

News Feed