oleh

Satreskrim Polres Majalengka Ungkap ilegal Logging

-Tak Berkategori-123 views

Min.co.id,Majalengka-Satuan Reskrim Polres Majalengka berhasil mengungkap dan menahan tiga orang yang melakukan penebangan pohon yang dilindungi dan berada di wilayah perhutani.
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan 38 batang kayu Sonokeling, 1 batang kayu balok Sonokeling, 6 buah jerigen 30 liter dan 1 buah mesin pemotong kayu serta 2 buah hendphone berbagai merk.

Kapolres Majalengka, AKBP Mada Roostantor SE,MH, melalui Kasat Reskrim Polres Majalengka, AKP Rina Perwitasari SH, S.Ik, menyampaikan kepada sejumlah awak media, Senin (23/10), bahwa pelaku yang ditangkap tersebut yakni Udin bin Ahdi warga Blok Cikawoan, Desa Nunuk Baru. Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, sebagai penebang pohon dan Endang Heryadi, warga Kampung Ciampanan, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, bertindak sebagai perantara jual beli pohon dan Muchtar Robiun, penduduk Desa Mardinding, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara sebagai pengepul ato pembeli dari pohon.

Kasat Reskrim memaparkan terungkapnya kasus penebangan liar tersebut, berkat peran aktif masyarakat yang mencurigai adanya penebangan di kawasan hutan Perhutani, Berdasar laporan itu, petugas langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan, dan menangkap tiga tersangka.

Sementara itu, kronolis tersebut bermula terjadi pada Sabtu (16/09) sekitar pukul 14.00 WIB, di kawasan hutan Perhutani, wilayah Gunung Pupuntangan, Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka. Tepatnya, petak 5 wilayah RPH Pancurendang BKPH Majalengka, telah terjadi tindak pidana penebangan pohon kayu sonokeling yang dilakukan Udin dan selanjutnya akan dipasarkan oleh Endang Heryadi serta akan dibeli oleh Muchtar Robiun, berada ke wilayah Sumarta Utara, dengan harga berfariasi.

Tiga tersangka pelaku illegal logging  sudah diamankan dan kami akan jerat pelaku dengan pasal 82 ayat 1 Jo pasal 87 ayat 1 UU RI No 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 500.000.000,” tegas Kasat Reskrim AKP Rina Perwitasari.(bis)

Komentar