oleh

Pemkab Majalengka Raih Penghargaan Katadata Bidang Pendidikan

Min.co.id, Majalengka – Alhamdulillah meski di masa pandemi, Pemerintah Kabupaten Majalengka meraih penghargaan Indeks Kelola 2020 untuk kategori Ketepatan Alokasi APBD Bidang Pendidikan dari PT. Katadata Indonesia di Kantor Katadata pada hari Jumat lalu tanggal 20 Nopember 2020 di Jakarta.

Indeks Kelola merupakan sebuah metode penilaian untuk mengukur keberhasilan suatu daerah dalam mengelola APBD sehingga berdampak langsung bagi masyarakat. Metode Indeks Kelola dirumuskan oleh para periset Katadata Insight Center (KIC).

Bupati Majalengka, Dr. H. Karna Sobahi, M.MPd mengungkapkan bahwa penghargaan Indeks Kelola 2020 merupakan pengakuan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam melakukan keberpihakan pada pendidikan. Hal itu bisa dilihat alokasi anggaran untuk bidang pendidikan yang melebihi dari amanat undang-undang, yaitu 20 persen. Meski tengah dilanda pandemi, APBD Kabupaten Majalengka Tahun 2021 hampir 28 persen dialokasikan untuk sektor pendidikan.

Ini membuktikan bahwa Pemkab. Majalengka turut berpartisipasi dalam kolaborasi menuju pembangunan berkelanjutan di daerah dengan memberikan perhatian di bidang pendidikan. Sebagai salah satu faktor penting dalam Index Pembangunan Manusia, untuk mencapai SGDs.

Penilaian efektivitas dalam pengelolaan anggaran daerah ini mencakup tiga komponen, yaitu administratif, kuantitatif dan kualitatif. Komponen administratif terkait dengan opini minimal Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas hasil audit APBD oleh BPK. Aspek kuantitatif terkait dengan pencapaian kinerja berdasarkan sejumlah indikator pembangunan. Sedangkan aspek kualitatif meliputi inovasi dan terobosan kebijakan.

Karna menambahkan, pandemi Covid-19 bukan alasan bagi Kabupaten Majalengka untuk menurunkan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan. Menurut Karni, pemkab tidak mau dikalahkan oleh Covid-19 karena itu tetap berusaha mengalokasikan dana yang lebih besar di sektor pendidikan pada 2021.

Alokasi dana pendidikan antara lain digunakan untuk membayar gaji tenaga pengajar alias guru. Di Kabupaten Majalengka, 9 ribu dari total 11 ribu Aparatur Sipil Negara adalah guru. Selain guru tetap, Pemkab Majalengka juga memberikan insentif kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang jumlahnya hampir 2.900 orang. Pemkab Majalengka juga melakukan inovasi di sektor pendidikan yaitu bea siswa untuk siswa yang kurang mampu serta paguyuban bapak asuh. Dana yang dipakai untuk memberikan bea siswa berasal dari pemda, CSR perusahaan di Majalengka serta Badan Zakat Nasional.

Inovasi lain di sektor pendidikan yang dilakukan Pemkab Majalengka adalah pengadaan buku pelajaran. Menurut Karna, pemkab menggratiskan buku paket pelajaran untuk siswa SD dan SMP. Dan yang terbaru, Pemkab Majalengka juga sudah mempunyai perda penyelenggaraan pendidikan yang dapat menjamin pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan serta menghasilkan kualitas yang baik serta mampu menunjang proses perwujudan Majalengka Raharja.

Bupati menyampaikan terimakasih kepada para ASN dan seluruh perangkat daerah di Lingkungan Pemkab. Majalengka dan berharap kedepan prestasi ini terus dipertahankan. Bahkan ditingkatkan agar apa yang direncanakan berdampak baik dan dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat Kabupaten Majalengka. (topik/Bagpro)

Komentar

News Feed