oleh

Diprediksi Harga Ikan Relatif Stabil Menjelang Ramadhan 2019

-News-122 views

Min.co.id, Jatim – Harga ikan di beberapa daerah dinilai relatif stabil menjelang puasa dan lebaran tahun ini. Secara umum pasokan ikan saat ini cukup berlimpah, sehingga ketersediaan ikan selama bulan puasa dan lebaran diprediksikan aman.

Agus Suprajogi, Kepala Bagian Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan pada Jum’at (26/4/2019) mengatakan, permintaan ikan pada bulan puasa diperkirakan akan mengalami kenaikan pada minggu-minggu pertama dan akan kembali normal sampai dengan menjelang lebaran berdasarkan dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

Selama momen lebaran, permintaan ikan cenderung menurun, karena masyarakat lebih banyak mengkonsumsi daging ayam dan daging sapi. Permintaan ikan diperkirakan akan kembali meningkat seminggu setelah lebaran.

Pada bulan April-Agustus merupakan musim ikan, sehingga keberadaan ikan melimpah. Sementara itu, harga selama bulan puasa diprediksikan akan tetap mengalami kenaikan namun nilainya relatif kecil.

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting menyebutkan bahwa ikan dengan jenis-jenisnya bandeng, kembung, tuna, tongkol dan cakalang sebagai salah satu barang kebutuhan pokok dan penting.

Perpres tersebut mengamanatkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah berkewajiban mengendalikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting dengan jumlah yang memadai,mutu yang baik dan harga yang terjangkau.

Sebagai implementasi dari Perpres dan UU tersebut, pada Selasa (24/4) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) melaksanakan rapat koordinasi pemantauan pasokan, stok dan harga ikan menjelang hari-hari besar dan keagamaan, terutama menjelang datangnya bulan puasa dan lebaran tahun 2019.

Rapat koordinasi ini mengundang Dinas Perikanan dari beberapa provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Selain unsur pemerintah daerah, rapat juga melibatkan BUMN perikanan Perindo dan Perinus, suplier ikan, pengusaha retail modern, serta pelaku usaha hotel dan restoran. (kjr)

Komentar

News Feed