oleh

Miryam Dituntut 8 Tahun Penjara

-News-247 views

Min.co.id, Jakarta: Terdakwa pemberi keterangan palsu Miryam S. Haryani dituntut 8 tahun penjara. Miryam dinilai terbukti memberikan keterangan palsu saat bersaksi di persidangan perkara KTP elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

“Menuntut menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Miryam S. Haryani pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK Kresno Anto Wibowo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 23 Oktober 2017.

Dalam membacakan surat tuntutan, jaksa mempertimbangkan berbagai hal. Hal yang memberatkan antara lain, tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kemudian, Miryam juga dianggap tidak menghormati lembaga peradilan dan mengkhianati sumpah, serta tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat selaku anggota DPR RI. Sementara, pertimbangan yang meringankan, yakni Miryam masih memiliki tanggungan keluarga.

Selanjutnya, sidang masuk dalam agenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi Miryam dan kuasa hukum. Sidang berikutnya dijadwalkan pada 2 November 2017.

Sebelumnya, Miryam didakwa dengan sengaja memberi keterangan atau memberikan keterangan yang tidak benar dalam persidangan KTP-el. Saat bersaksi untuk Irman dan Sugiharto saat itu, ia mencabut keterangannya yang pernah diberikan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Miryam didakwa melanggar Pasal 22 juncto Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

sumber:MTVN

Komentar

News Feed