oleh

Warga Majalengka Dijanjikan Bekerja di EO Malah Dijadikan Pembantu

Min.co.id, Majalengka – Susah mencari uang di kampung sendiri mendorong niat untuk mencari uang di kota besar dengan gaji sangat menggiurkan membuat beberapa orang tertarik untuk bekerja di kota besar.

Akhirnya banyak para calo pencari tenaga kerja dengan leluasa mencari korban di kampung-kampung dengan sasaran perempuan dengan diiming-imingi gaji besar dan enak karena mendapat perlindungan dari yayasan tempat penyalur kerja.

Dengan imbalan Rp. 500.000 per orang yang berhasil di rekrut sang calo tenaga kerja mengirimkan para calon tenaga kerja ke tempat pelatihan daerah Jakarta-Bekasi dengan modus untuk dilatih menjadi tenaga profesional.

Tapi sayang hal ini tidak semua berjalan mulus sesuai yang dicita-citakan oleh para pencari kerja untuk merobah nasibnya malah jadi celaka bagi dirinya karena tidak sesuai dengan harapan.

Seperti dialami salah seorang tenaga kerja asal kabupaten Majalengka Dede Ros (nama samaran) yang dijanjikan bekerja di sebuah Event Organizer tapi malah dikerjakan jadi pembantu rumah tangga, selain mencuci, memasak, membersihkan rumah malah harus membersihkan kandang hewan yang ada dirumah tersebut saat di tanya jurnalis min.co.id di rumahnya, Sabtu (21/1/2021).

Bahkan pengakuan Dede Ros saat dia sakit mau pulang ditahan oleh penyalur tenaga kerjanya dengan dalih kalau mau pulang harus membayar biaya sebesar Rp. 2.500.000 untuk dirinya kalau mau keluar ucapnya.

Untung ada warga yang peduli, Bunda Alya Maqdis dan dibantu oleh Bang Hendro dan tim pengacaranya dari LSM Penjara Indonesia, juga support dari berbagai pihak bisa membantunya sampai bisa pulang ke kampungnya Majalengka tanpa mengeluarkan biaya, Dede Ros pun mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah membantunya yang akhirnya bisa berkumpul dengan keluarga pada hari ini ungkapnya. (topik)

Komentar

News Feed