oleh

Mewujudkan Generasi Cemerlang Penghafal dan Pengemban Alquran

-Opini-98 views

Min.co.id-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sebanyak 5.312 desa akan punya penghafal Alquran melalui program Sadesha (Satu Desa Satu Hafidz). “Program ini kecepatannya luar biasa tahun lalu menghasilkan 1.500 hafidz yang kita berikan beasiswa untuk mencetak hafidz Alquran. Sekarang 4.500 hafidz. Saya yakin kalau generasi kita qurani, maka Allah SWT akan memberikan pertolongan dan berkat rahmat-Nya kepada tanah Jabar,” ucap Emil. (Jabar Ekspres, 21/11/2020)

Program Sadesha hanyalah salah satu di antara beberapa program keagamaan yang dibuat Jabar dengan tujuan untuk mewujudkan Jabar juara lahir batin. Dari program tersebut telah dan akan terus melahirkan manusia-manusia penghafal Alquran.

Secara syar’i, Allah SWT menurunkan Alquran bukan sekadar untuk dihafalkan, namun juga untuk dipahami dan diamalkan seluruh isinya. Namun sayang, hari ini Alquran tidak dijadikan pedoman. Alquran hanya di tempatkan di masjid-masjid atau di majelis-majelis ilmu untuk dibaca dan dihafalkan saja.

Inilah dampak dari sekulerisme, sebuah paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Dalam mengatur masalah kehidupan, mereka berpedoman pada demokrasi, sebuah sistem yang menjadikan manusia sebagai sumber pembuat aturan. Baik dan buruk bukan berdasarkan Alquran, namun berdasarkan kesepakatan manusia.

Oleh karena itu, dalam negara atau pemerintahan yang menjadikan sekulerisme dan demokrasi sebagai landasan, keberadaan Alquran hanya sekadar dihafal saja. Padahal kalau demikian, tujuan menjadikan Jabar juara lahir batin mustahil untuk diwujudkan.

Allah SWT berfirman:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
Artinya: “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS. Thaaha [20]: 124).

Orang-orang yang hanya membaca Alquran dan tidak mengamalkannya, maka Alquran itu akan menuntutnya pada hari kiamat. “Alquran itu akan menjadi hujjah yang membelamu atau yang akan menuntutmu” (HR. Muslim no. 223).

Alquran merupakan sumber hukum utama bagi umat Islam. Kita wajib berpedoman pada Alquran dalam segala aspek kehidupan. Karena Alquran berisi aturan yang sangat lengkap dan sempurna. Kita bisa memahami bagaimana menyelesaikan permasalahan individu, masyarakat dan negara, jika betul-betul mempelajari Alquran.

Allah SWT berfirman:
ٱتَّبِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

Artinya: “Ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian dan janganlah kalian mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kalian mengambil pelajaran (daripadanya).” (QS. Al-A’raf [7]: 3).

Dalam negara yang menerapkan sistem Islam, mencetak hafidz bukan hanya akan jadi program yang dibuat oleh salah satu provinsi. Namun merata di seluruh negeri. Bahkan bukan hal yang sulit melahirkan satu hafidz untuk satu desa. Sebab program sejenis itu merupakan bagian dari pendidikan yang menjadi tanggung jawab utama negara dalam Islam.

Para hafidz hafidzah tersebut bukan hanya akan dibina untuk mampu menghafal Alquran, namun juga diajarkan untuk memahami, mengamalkan dan mengemban Alquran secara totalitas (kaffah). Secara otomatis, mereka pun akan menjadi generasi cemerlang yang produktif menopang pembangunan disebabkan kokohnya kepribadian Islam yang mereka miliki. Suasana kehidupan juara lahir dan batin pun akan terealisasi dengan sendirinya sebagaimana janji Allah.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Artinya: “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf [7] : 96). Wallahu a’lam bishshawab.

Oleh : Tawati (Aktivis Muslimah Majalengka)

Komentar

News Feed