oleh

Harga Bahan Pokok Di Jawa Timur Menjelang Puasa Stabil

-News-118 views

Min.co.id-Jatim-Dua pekan menjelang Ramadan 2019, harga bahan pokok di berbagai pasar rakyat di Jawa Timur relatif stabil. Ada beberapa komoditas barang pokok mengalami kenaikan seperti bawang merah, bawang putih dan cabe tetapi masih dalam batas kewajaran.

“Untuk memastikan harga, petugas pencacah data Disperindag Jawa Timur dibantu Disperindag kabupaten kota terjun langsung ke 116 pasar di wilayah Jawa Timur,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Drajat irawan, Senin (22/4).

Hasil pantauannya dua pekan sebelum Ramadan, harga dari aplikasi Sikaperbapo seperti beras IR 64 Rp 9.500/kg, beras bengawan Rp 11.000/kg, mentek Rp 11.500/kg, tepung terigu segitiga biru Rp 8.000/kg, minyak goreng curah kemasan Rp 11.000/kg, gula pasir Rp 12.000/kg daging ayam broiler Rp 31.000/kg, telur ayam broiler Rp 22.000/kg, daging sapi masih stabil dikisaran rata-rata Rp 106.000/kg kecuali harga bawang putih dan bawang merah mulai ada peningkatan.

Seperti diketahui, saat ini harga bawang merah dikisaran Rp 35.000-37.000/kg dan bawang putih sekitar Rp 42.000-43.0000/kg padahal bawang merah normalnya tidak sampai Rp 20.000/kg dan bawang putih 22.000/kg. Kenaikan komoditas bawang merah tersebut dikarenakan ada pergeseran panen. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Disperindag Jawa Timur tengah berkoordinasi dengan Kabupaten Nganjuk dan Probolinggo dan Madura sebagai sentra bawang merah.

Memang tak bisa dipungkiri, di Bulan Ramadan hingga Lebaran kebutuhan konsumsi masyarakat akan meningkat 5-10 persen dibandingkan dengan di hari-hari biasa. Walau demikian, masyarakat Jawa Timur diharapkan tidak resah dan memborong kebutuhan bahan pokok yang berlebihan, karena sesuai data yang diperoleh dari Dinas Perindutrian dan Perdagangan Jawa Timur jumlah bahan pokok masih aman dan harga terkendali.

Jawa Timur merupakan salah satu lumbung pangan nasional sebagai penyangga kebutuhan makanan pokok beras nasional apa lagi saat ini masih dalam situasi panen. Kemudian sebagi pusat peternakan ayam pedaging dan petelur yang berada di Kabupaten Blitar, Malang dan Tulungagung. (ryo/p)

Komentar

News Feed