Menyibak Misteri Pencurian Sekolah: Dua Pelaku Ditangkap di Malang

Min.co.id ~ Malang ~ Kisah misteri pembobolan sekolah di Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, terkuak setelah Aparat Kepolisian Resor Malang berhasil menangkap dua terduga pelaku. MT (24) dan SN (19), warga setempat, berhasil ditangkap oleh petugas Unit Reskrim Polsek Pakis dalam operasi dini hari di Dusun Cokro.

Kapolsek Pakis, AKP Sunarko Rusbiyanto, mengungkapkan bahwa kedua pelaku melancarkan aksinya saat sekolah sepi, menjelang libur lebaran. Mereka berhasil membawa kabur lima laptop Chromebook, sebuah proyektor, LCD, serta sebuah speaker aktif. Kerugian ditaksir mencapai Rp 46 juta rupiah.

“Saat kejadian, penjaga sekolah terkejut melihat kaca jendela ruang guru pecah. Setelah diselidiki, ternyata barang-barang berharga sudah raib,” ujar AKP Sunarko dalam konferensi pers di Polsek Pakis.

Dilanjutkan dengan penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi kedua pelaku yang hendak menjual barang curian di media sosial. Tanpa ragu, petugas menyamar menjadi pembeli dan berhasil menangkap pelaku ketika nomor seri barang sesuai dengan laporan kehilangan.

Kasus ini menjadi sorotan karena kedua pelaku mengaku melakukan beberapa pencurian di sekitar wilayah Kecamatan Pakis dan Kecamatan Jabung. Modus operandi mereka adalah dengan memanfaatkan minimnya pengawasan di bangunan sekolah.

“Mereka merasa bangunan sekolah relatif aman untuk dibobol karena minim pengawasan, sehingga mereka lebih leluasa saat melakukan aksi pencurian,” jelas Kasihumas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara.

Petugas masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap keterangan kedua pelaku terkait kemungkinan melakukan perbuatan serupa di tempat lain. Kini, kedua pelaku akan dihadapkan pada pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Dengan penangkapan kedua pelaku ini, masyarakat kembali merasa lega. Namun, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi pihak sekolah untuk meningkatkan sistem keamanan demi mencegah kasus serupa terulang di masa yang akan datang. (ach)

Editor : abyd

Komentar

News Feed