Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Penularan Penyakit HFMD dan DBD Selama Arus Mudik Lebaran

Min.co.id ~ Jakarta ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penularan penyakit Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) selama arus mudik dan balik Lebaran 1445 H/2024 M. Meskipun HFMD jarang menyebabkan sakit berat, namun memiliki kecepatan penularan yang tinggi.

Juru Bicara Kemenkes, M. Syahril, dalam keterangan resminya pada Selasa (9/4/2024) menyatakan, “Pergerakan manusia selama perjalanan mudik berpotensi mempercepat penyebaran, terutama di kalangan bayi dan balita.”

Hampir 6.500 kasus HFMD telah tercatat hingga pekan ke-13 pada 2024. Sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak, sementara sebagian kecil pada orang dewasa.

Kasus HFMD terbanyak terjadi di Pulau Jawa, dengan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah kasus tertinggi, disusul oleh Banten, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Syahril juga menyoroti potensi peningkatan kasus flu Singapura selama periode mudik dan libur panjang. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan selama perjalanan mudik dengan mencuci tangan secara teratur dan menerapkan etika batuk atau bersin.

Selain itu, masyarakat dihimbau untuk menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, serta menjaga kebersihan di kampung halaman untuk mengurangi risiko adanya DBD. Pemberantasan Sarang Nyamuk juga menjadi penting, terutama di wilayah dengan angka kasus DBD tinggi.

Hingga pekan ke-14 tahun 2024, tercatat sebanyak 60.296 kasus DBD di Indonesia dengan angka kematian mencapai 455. Lima kabupaten/kota dengan kasus DBD tertinggi adalah Kabupaten Tangerang, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Lebak, dan Kota Depok. Sedangkan kabupaten/kota dengan kematian tertinggi adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Jepara, Kabupaten Subang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Bogor.

Editor : Achmad 

Komentar

News Feed