oleh

Puan Maharani Dorong Pemerataan Pendidikan Melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP)

-Politik-48 views

Min.co.id-Jakarta-Ketua DPR Puan Maharani mendorong pemerataan pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Semua generasi muda diharap punya kesempatan yang sama dalam dunia pendidikan.

“Di dalam Indonesia yang maju, kita tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak bisa menempuh pendidikan tinggi karena masalah biaya,” kata Puan melalui keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (26/4/22).

Puan menyebut, KIP merupakan wujud kehadiran negara dalam pengembangan SDM Indonesia. Dia berharap generasi muda memanfaatkan KIP untuk terus menempuh pendidikan setingi-tingginya.

“Kita memiliki sekitar 270 juta penduduk, terbesar keempat di dunia. Mayoritas generasi muda yang sering disebut bonus demografi. Ini kesempatan luar biasa untuk Indonesia karena kemajuan bangsa tergantung kemajuan manusianya,” kata.

Puan mengawali rangkaian kunjungan kerjanya di masa reses dengan mendatangi acara Bimbingan Teknis Pemasaran Ekonomi Kreatif untuk mahasiswa penerima KIP Kuliah di Solo. Acara ini dihadiri 300 mahasiswa penerima KIP Kuliah yang merupakan perwakilan dari berbagai kampus.

Melalui Bimtek ini, Puan berharap generasi muda semakin terbuka dan terasah kreatifitasnya. Dia ingin potensi ekonomi kreatif bisa dimaksimalkan.

“Ekonomi kreatif memiliki potensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang utama di masa depan. Dan kalian adalah penggerak utamanya,” kata Puan.

Acara Bimtek KIP ini digelar bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Total ada 2.250 orang yang menerima KIP Kuliah pada 2020.

“Dalam acara ini hadir mahasiswa dari seluruh Jateng. Utamanya Solo Raya, Sragen, Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Semarang, Kebumen, dan Magelang,” kata panitia acara Bimtek KIP, Erwin Nopiter Situmorang.

Salah satu peserta, yakni Anggita Viska Alfiansah dari Universitas Sahid Surakarta. Anggita merupakan mahasiswa jurusan Administrasi Bisnis. Latar belakang orang tua Anggita merupakan pedagang buah-buahan.

Selepas SMA, Anggita sempat berencana tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Sebab, keluarganya tidak memiliki biaya yang cukup untuk mendaftar kuliah. Namun, nasib berkata lain saat Anggita mendapatkan bantuan dari program KIP.

“KIP Kuliah ini sangat membantu. Jumlah uang sakunya sangat mencukupi. Saya juga dapat membantu perekonomian keluarga,” kata Anggita.

Peserta lain, Satrio Damarbuwono dari STMIK Bina Patria Magelang. Satrio mengambil jurusan Sistem Informasi.

“Saya sangat tertarik dengan skema ekonomi kreatif. Dan menurut saya, acara Bimtek Pemasaran Ekonomi Kreatif ini sangat relevan di era digital seperti saat ini,” kata Satrio.(KM)

Komentar

News Feed