Min.co.id – Majalengka – Pamit mundurnya investor PT Purna Garaha Abadi (PGA) yang mendapatkan rujukan untuk menggarap revitalisasi pasar sindang kasih atau lebih dikenal pasar cigasong tahun 2021 berjalan alot selama 11 bulan dilalui akhirnya batal dan mundur berinvestasi Dimajalengka disorot oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Majalengka.
Seperti dikatakan Deden Hardian N, Bendahara APINDO, dengan diangkutnya kontainer ini menunjukan PT PGA sudah tidak akan melanjutkan pembangunan atau revitalisasi pasar cigasong tentu ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat majalengka khususnya para pedagang pasar yang sudah ada sebagian pedagang sudah membayar uang muka.
Semoga ini bukan mencerminkan jeleknya iklim investasi di majalengka karena ke depan majalengka menjadi kota yg akan sangat menarik bagi investor.

Kalau memang ini penyebabnya dari sistem birokrasi maka visi majalengka raharja ke depan tidak akan tercapai ungkap Deden.
Sebaiknya pemerintah harus segera bertindak mengevaluasi sistem investasi di majalengka dan tentunya pihak DPRD juga harus turun tangan karena ini berdampak kepada masyarakat majalengka tegasnya
Sementara saat dihubungi dari dinas perdagangan melalui Kabid pasar sudah dua hari dan sampai sekarang belum ada kabar dan jawaban oleh jurnalis media min.co.id
Sementara Supriadi Koordinator pasar sindangkasih saat ditemui dan dimintai keterangan terkait batalnya investasi dan pengambilan kontainer kantor PT PGA mengatakan bahwa Intinya dia tidak mengetahui dan tidak menerima surat pengambilan tersebut
Bahkan saat datang antara bulan Mei 2021 tapi itupun tidak ada serah terima dengan pihak pasar itu murni PT PGA yang mendatangkan kontainer ucapnya (red)










Komentar