oleh

Memahi Gangguan Borderline Personality Disorder

Min.co.id – Ganggung Borderline Personality Disorder (BPD) atau dikenal juga ganggung kepribadian ambang merupakan kondisi kesehatan mental yang memengaruhi kondisi suasana hati diri sendiri hingga interaksi dengan orang lain. Individu dengan BPD terkadang sulit memiliki hubungan baik dengan teman, keluarga, atau pasangan karena mudah mengidealisasikan seseorang. Saat seseorang yang diidealisasikan ternyata di luar eskpetasi mereka, individu dengan BPD bisa langsung menilai rendah orang tersebut.

Dilansir dari yayasanpulih.org, individu yang memiliki gangguan BPD biasanya memiliki pemikiran hitam-putih. Di mana jika seseorang bersifat baik, ia akan dianggap baik. Tetapi, ketika individu tersebut bertindak menyebalkan, individu itu dapat langsung dicap sebagai orang jahat. Selain itu, individu dengan BPD memiliki padangan rendah mengenai diri sendiri. BPD dijelaskan sebagai kondisi kronis yang berdampak ke ketidakstabilan mood, kesulitan dalam melakukan hubungan dengan individu lain, dan tingginya tingkat keinginan untuk menyakiti diri sendiri hingga keinginan untuk bunuh diri.

Gejala BPD cukup bervariasi, masih mengutip laman yang sama, beberapa tanda atau gejala BPD sebagai berikut:

  • Upaya untuk menghindari ditinggal oleh seseorang baik dalam bayangan atau kenyataan.
  • Mood yang berubah dengan intens dan cepat yang dapat bertahan selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari, mood dapat diasosiasikan tindakan agresif yang impulsif, keinginan untuk menyakiti diri sendiri, dan penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan.
  • Gangguan dalam pikiran dan perasaan yang dapat menyebabkan perubahan dalam tujuan jangka panjang, rencana karir, pekerjaan, persahabatan, identitas diri, dan nilai-nilai.
  • Memiliki pandangan diri yang rendah akan diri sendiri, merasa diri mereka individu yang buruk.
  • Merasa kosong dan bosan, mudah merasa disalahpahami dan merasa telah diperlakukan dengan buruk.
  • Keinginan untuk bunuh diri yang berulang.
  • Sering merasa kehilangan sentuhan dengan kenyataan ketika sudah memiliki banyak pikiran akibat stres.

Sementara itu, penyebab dari BPD belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor penyebab terbentuknya gangguan ini, yaitu genetika, perubahan bahan kimia dalam otak, perubahan perkembangan dalam otak, faktor sosial dan lingkungan, pelecehan dalam masa kanak-kanak (secara emosional, fisik, maupun seksual), paparan jangkan panjang terhadap trauma, ketakutan, dan kesusahan di masa remaja, pengalaman diabaikan oleh salah satu atau kedua orangtua, serta hubungan yang kurang baik dengan salah satu atau kedua orangtua.

Pengobatan BPD yang biasanya direkomendaikan adalah kombinasi antara psikoterapi dengan pengobatan farmakologi untuk mendapatkan hasil optimal. Salah satu contoh psikoterapi yang digunakan adalah cognitive behavioral therapy (CBT). Terapi yang berupaya mengubah perilaku menyimpang dan kepercayaannya dengan melalukan identifikasi masalah pasien. Selain itu, beberapa obat-obatan dapat membantu, seperti obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) untuk memperbaiki dari segi kemarahan dan perilaku agresif. (Iim)

Referensi:

www.klikdokter.com/penyakit/borderline-personality-disorder

Foto: pixabay/stocksnap

Komentar

News Feed