oleh

Kirsan, Harga Serai, dan Polisi

Min.co.id – Indramayu – Mobil polisi itu berhenti kurang lebih 2 meter di depan Kakek penjual serai yang sedang menggowes menuju pasar. Dua polisi kemudian turun dari mobil patroli. Salah satunya memberhentikan Kakek itu.

“Bapak mau ke mana?” tanya Kapolsek Losarang, Kompol Mashudi, salah satu polisi tersebut, pada Sabtu, (10/7/2021).

Saat itu Kompol Mashudi dan Bripka Wapi’i sedang dalam perjalanan menuju lokasi pengamanan vaksinasi untuk mengantarkan vaksin ke Desa Ranjen. Ketika sampai di Desa Muntur Kompol Mashudi melihat Kakek penjual serai tersebut tidak menggunakan masker. Ia lalu mengatakan ke Bripka Wapi’i untuk berhenti di depannya.

Ketika ditanya Kompol Mashudi mau ke mana, Kakek yang diketahui bernama Kirsan menjawab mau ke pasar.

Melihat Kirsan yang sudah tidak muda lagi menjajakan sereh menuju pasar dengan sepedanya, terbesit dalam benak Kompol Mashudi, bagaimana perjuangan Kirsan hingga mengabaikan kesehatannya demi mencari rezeki.

“Yang terbesit, Bapak itu sudah tidak muda lagi, ia mengabaikan kesehatannya di masa pademi untuk menjual serai. Dia memang salah karena tidak mengenakan masker. Tapi, semangatnya dalam berjuang ini sungguh luar biasa,” ungkap Kompol Mashudi saat ditemui di kediamannya, Kamis malam, (15/7/2021).

Melihat semangat Kirsan, secara spontan Kompol Mashudi membeli semua serai yang dijual Kirsan.

“Saat Kakek Kirsan bilang mau ke pasar, saya langsung mengatakan ingin membeli semua serainya. Saya tanya berapa harga semua serainya, ia menjawab Rp125 ribu,” tutur Kapolsek yang sudah satu tahun lebih menjabat di Losarang.

Kompol Mashudi kemudian memborong semua serai dan memasukkannya ke dalam mobil patroli. Tak lupa, ia juga memberikan masker untuk Kirsan. Hal itu ia lakukan agar Kirsan tidak perlu lagi pergi ke pasar.

Aksi Kompol Mashudi ini, ia posting di Facebook pribadinya, yang kemudian banyak direspon positif dan sudah lebih dari 100 kali dibagikan. Bahkan anak dari Kirsan pun menyampaikan ucapan terima kasihnya dengan membagikan ulang postingan Kompol Mashudi.

Saat mengetahui anak Kirsan memposting ulang postingannya, Kompol Mashudi kemudian cukup sering berkomunikasi dengan anaknya untuk bertanya seputar keseharian dan usaha Kirsan, serta meminta tolong untuk dipertemukan lagi dengan Kirsan.

Kompol Mashudi akhirnya berhasil bertemu kembali dengan Kirsan pada tanggal 13 Juli 2021 di Kantor Polisi Losarang. Pertemuan tersebut juga dibantu oleh perangkat Desa Muntur, desa asal Kirsan.

“Saat pertemuan tanggal 13 Juli 2021 di Polsek, saya belum mendalami perihal harga serai. Jadi, ada yang bilang kalau harga serai yang saya beli kemurahan. Waktu itu, tidak begitu saya gubris. Lalu akhirnya, saya mulai cari tahu. Di lain waktu saya tanya harga serai harusnya berapa. Pak Kirsan bilang memang seharusnya harga serai itu tidak Rp125 ribu,” ungkap Kompol Mashudi.

Ketika ditanya kenapa Kirsan tidak mengatakan harga yang sebenarnya, Kirsan bilang dirinya tegang karena mendadak diberhentikan polisi, sehingga saat ditanya harga serai, ia spontan jawab angka yang terlintas di benaknya. Bukan harga aslinya, yang mana seharga Rp200 ribu. (Iim)

Komentar

News Feed