oleh

Berdedikasi Tinggi dan Menginspirasi, Kepergian Nakes Nana Meninggalkan Duka Mendalam

Min.co.id – Indramayu – Satu lagi, Nakes Indramayu yang gugur dalam menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan penanganan COVID-19. Perawat RS Bhayangkara Indramayu, Nana Rihana Junianti, menghembuskan nafas terakhir pada Minggu, (11/7/2021).

Nana terkonfirmasi positif COVID-19 dan sempat dirawat selama satu Minggu. Tak hanya Nana, kedua orang tuanya pun terkonfirmasi positif COVID-19. Selang beberapa hari kepergian Nana, kedua orang tuanya pergi menyusul putrinya. Ibu dan Ayah Nana meninggal pada hari yang sama. Nana pergi meninggalkan kedua anak serta suaminya.

Kepergian Nana tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Teman-temannya sesama perawat di RS Bhayangkara juga merasakan kehilangan atas kepergian Nana.

Semasa hidupnya, Nana dikenal sebagai sosok yang ceria dan suka menyemangati sesama rekan kerjanya. Ia juga sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam bekerja.

“Mba Nana merupakan perawat ICU. Ia terbiasa dilatih dan dididik untuk memiliki sense yang tinggi. Selain itu, sering dihadapkan dengan situasi antara hidup dan mati pasien, sehingga memiliki effort yang luar biasa untuk menyemangati pasiennya agar bisa kembali sembuh. Dengan pekerjaannya yang seperti itu, ia juga akhirnya terbiasa untuk menyemangati teman-temanya,” ungkap Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Indramayu, Drg. Anton Kusumo Widagdo, M.M., MDSc.

Di mata Karumkit Nana merupakan perawat yang baik, supel, tidak pernah mengeluh dan tidak menolak pekerjaan yang ada di depannya, serta selalu semangat dalam bekerja.

Kepergian Nana hingga saat ini masih menyisakan duka. Sosoknya terus menginspirasi meski dirinya sudah berpulang.

Ucapan duka juga disampaikan Ketua PPNI (Persatuan Perawatan Nasional Indonesia) Indramayu, H. Saleh, S.Kep., Ners. atas meninggalnya Nana.

“Turut berduka atas meninggalnya Nana Rihana Junianti. Saya juga ikut prihatin dengan kondisi Nakes yang tidak sedikit terpapar COVID-19,” ujar H. Saleh.

PPNI Indramayu melalui H. Saleh juga mengimbau kepada Perawat di Indramayu untuk tetap semangat dan berhati-hati dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, PPNI Indramayu juga mempunyai satu program kepedulian kepada anggotanya termasuk kepada Nana.

Tugas perawat sebagai ujung tombak di masa pendemi memiliki risiko tinggi. Bahkan Drg. Anton mengatakan bahwa saat ini bukan lagi berbicara perihal berapa banyak yang positif atau negatif, melainkan tinggal menunggu giliran siapa yang lebih dulu akhirnya terpapar COVID-19. (Iim)

Komentar

News Feed