oleh

Indonesia dan Uni Eropa Menggelar Climate Diplomacy Week 2020

-News-426 views

Min.co.id, Jakarta – Indonesia bersama Uni Eropa menggelar Climate Diplomacy Week 2020 yang berlangsung dari tanggal 24 Oktober hingga 6 November dengan tujuan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai penanganan masalah iklim di dunia.

Climate Diplomacy Week 2020 ini diikuti oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS Suharso Monoarfa, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E Vincent Piket, Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Jari Sinkari, Vokalis The Rain Indra Prasta, aktivis lingkungan Arrum Harahap, perwakilan MUI DR. Hayu Prabowo beserta tokoh agama Indonesia, Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Jakob Siringoringo, dan para aktivis muda Indonesia peduli lingkungan dan iklim.

Menteri Suharso mengatakan bahwa Indonesia telah meningkatkan komitmen pengurangan karbon dan konsisten akan menyeimbangkan fokus antara ekonomi dan pelestarian alam, dan berharap pemerintah luar negeri atau pun swasta ingin untuk berinvestasi di Indonesia dalam rangkan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Dubes Uni Eropa H.E Vincent Piket menjelaskan peran semua kalangan terutama anak muda Indonesia yang diakuinya memiliki peranan penting bagi penanganan iklim di masa depan.

“Organisasi ini memberikan komitmen, baik di Indonesia mau pun Eropa memberikan komitmen untuk memastikan bahwa kita akan dapat mengendalikan perubahan iklim dan kita tetap hidup secara berkelanjutan, dan disini kita sebagai warga negara wajib turut serta berkontribusi,” ujar Vincent, Sabtu (24/10/2020).

Saya mendengarkan lagu luar biasa yang sudah dibawakan oleh The Rain yang berjudul ‘act now for our future’ itu semua terangkum dalam lagu yang sangat indah tersebut. Selaku delegasi Uni Eropa untuk Indonesia bersama dengan 20 kedutaan besar dari negara anggota Uni Eropa yang saat ini turut serta menyelenggarakan Climate Diplomacy Week selama beberapa tahun terakhir dan tentunya tahun ini berbeda karena kita mengalami pandemi Covid-19, dan sebagian besar acara kita harus diselenggarakan secara virtual, sembari memerangi pandemi Covid-19 yang menjadi prioritas utama kita dan perubahan iklim yang juga menjadi prioritas dan ini sama pentingnya.

Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Jari Sinkari menyatakan bahwa pendidikan yang sesuai dengan generasi muda menjadi hal yang utama untuk Indonesia.

“Pendidikan adalah kunci untuk mengendalikan kekhawatiran akan masalah iklim dunia. Pemerintah Indonesia harus memberi pendidikan yang sesuai pada generasi muda agar mereka dapat menangani permasalahan ini di masa mendatang,” ujar Jari Sinkari.

Sementara itu, aktivis lingkungan Arrum Harahap berharap agar anak muda diberikan pergerakan yang lebih banyak.

“Kami mengharapkan lebih banyak kesempatan bagi anak muda untuk merawat alam. Sering kali anak muda diabaikan dalam diskusi-diskusi pembuatan kebijakan untuk masa depan, padahal itu untuk anak muda itu sendiri,” imbuh Arrum.

Jakob Siringoringo menyatakan bahwa masyarakat adat merupakan jangkar sebagai agen perubahan iklim, karena pada sejatinya manusia akan memastikan ruang hidup akan berfungsi untuk semua mahluk hidup, imbuhnya. (Bis)

Komentar

News Feed