oleh

Taufik Hidayat Dan Forkopimda Menelusuri Tanggul Sungai Irigasi

-News-77 views

Min.co.id-Indramayu-Bupati Indramayu Taufik Hidayat bersama dengan forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) giat melakukan pengawasan langsung menyusuri tanggul sungai guna memastikan pasokan air kepada petani dimusim Gadu ini.

Dengan mengendarai motir trail Taufik Hidayat bersama rombongan melakukan inspeksi ke beberapa pintu air walaupun dengan cuaca yang sangat panas tidak mengurangi aktifitas Bupati, Rabu (8/7/2020)

Berbaga motor trail dari instansi BPBD, Satpol PP dan Damkar , TNI Polri dan lainya sejak pukul 07.00 sudah disiapkan di Kantor Kecamatan Cikedung , Pagi sekitar 15 kendaraan siap melibas jalur tanah dan aspal , untuk mendampingi blusukan
Plt Bupati Indramayu dan sasaran utamanya seluruh volume air di sungai dan debit air di pintu air mencukupi.

Tepat pukul 08.00rombongan meluncur dan menyusuri jalan-jalan Desa Cikedung dan melihat langsung pintu air BT 15 di blok Jatok, setelah itu kembali melanjutkan perjalanan menyusuri tanggul yang lembek menuju pintu air BT 16 dan melihat langsung kondisi sipon yang memotong arus sungai Cipanas di Kecamatan Terisi.

Jalur tanggul irigasi yang terkadang lembek atau sedikit keras, membikin kekhawatiran slip bagi para pengendara roda 2 yqng melintasinya. Namun hal itu tidak berlaku bagi Plt. Bupati Indramayu, Dandim 0616 Indramayu Letkol CZI Aji Sujiwo dan Kajari Indramayu Douglas P Nainggolan. Permukaan tanggul yang tidak selalu mulus itu dilalui dengan mudah.

Bahkan perjalanan menuju pintu air BT 17 yqng berair dan licin dapat dilewatinya . Cipratan genangan air dan celana tak dihiraukan demi mewujudkan asa para petani di Kabupaten Indramayu.

Sampai di pintu air BT 18, Taufik Hidayat bertemu dengan masalah serius yakni arus air yang menuju ke Kecamatan Gabuswetan terhambat oleh rel kereta api , akibatnya pasokan air mengalami penurunan debit dan distribusi air ke wulayah -wilayah hulu terganggu. Bukan hanya penurunan debit , di pinti air ini menjadi tempat bertumpuknya sampah karena terhalang oleh rel kereta api.

Selesai dipintu air BT 18, sela jutnya melibas jalan aspal di desa-desa kecamaran Terisi dan menuju Bensung Symur Watu dan Sipon Sumur Watu 1 . Di tempat ini didapatkan sendimentasi yang sangat parah , bahkan Sipon SW1 mengalami kerusakan yakni bocor/jebol sehingga doeongan air tidak maksimal dan melebar kemana-kemana .

Taufik Hidayat mengatakan , inspeksinya itu merupakan iktiar bersama dari unsur pimpinan daerah agar petani bisa panen dan menikmati hasilnya.

“Alhamdulilah , setelah inspeksi hari Sabtu lalu air sudah masuk dan sampai ke wilayah hulu Gabuswetan dan kandanghaur , itu diamini oleh masing-masing camat diwilayah tersebut.

Camat Kandanghaur, Iim Nurahim mengatakan , air tersebut sudah masuk ke wilayahnya sejak hari Senin lalu dan kini para petani kembali bersemangat dan muncul harapan baru, apalagi ditambah dwngan turunnya hujan falam beberapa hari lalu.

Kami berterima kasih atas upaya pimpinan kita, dan sekarang petani kembali bersemangat karena kerja keras pimpinan mengalirkan air ke wilayahnya . Bahkan sekarang petani mulai melakukan pemupukan terhadap sawahnya pungkas,” Iim.(hasto)

Komentar

News Feed