Ini Pesan Kapolda Jatim dan Pangdam V/Brawijaya Untuk Ponpes Lirboyo

Min.co.id-Jatim-Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, bersama Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryanshah, mendampingi kunjungan kerja Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Ponpes Lirboyo Kediri, Sabtu (6/6/2020). Dalam kegiatan pemantauan pesantren tangguh menghadapi Covid-19 itu, Kapolda dan Pangdam berikan pesan pada pengurus Ponpes Lirboyo.

Kapolda dalam penyampaiannya, agar pengurus ponpes benar-benar mempersiapkan protokol kesehatan dalam rangka masuknya kembali para santri. “Pertemuan secara online dan fisik bisa diedukasi sebagai pencegahan Covid-19 dan disiplin dalam protokol kesehatan,” kata Kapolda.

Menurutnya, budaya baru di era new normal harus ditegakkan secara terus menerus dan diulang, sehingga hal itu akan menjadi perilaku yang terbiasa dengan hidup sehat dan bersih dalam menjaga imunutas diri.

Selain itu, ia berharap aplikasi santri tangguh yang menjadi upaya self assesment dan kegiatan Santri di Ponpes Lirboyo sebagai data awal sebelum masuk kembali ke Ponpes Lirboyo agar dapat dimanfaatkan dengan baik. “Aplikasi santri tangguh ini dapat digunakan para santri dan mengetahui persiapan masuk para santri terhadap kondisi kesehatannya,” ungkapnya.

Irjen Fadil juga merasa senang bisa bersilaturahmi di Ponpes Lirboyo. “Alhamdulillah 2 minggu saya menjadi Kapolda Jatim dapat bersilaturahmi dengan Pengurus dan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo ini. Kedua setelah Pertama saya datang ke Pondok Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo,” ujarnya.

Pangdam juga meminta agar pengurus Ponpes untuk rajin berkoordinasi dalam mengontrol kondisi santrinya saat kegiatan belajar di pesantren kembali dilakukan. Pengasuh Ponpes dimintanya agar seminggu pertama masuk dapat menyiasati kegiatan di dalam ruangan dapat dikurangi dan diganti melalui video conference.

Selain itu, meskipun sudah disediakan dapur umum di ponpes, disarankannya juga agar para santri bisa diberikan alternatif saat akan makan. Jika biasanya harus antri bergerombol, maka harus diubah yaitu makanan dikirim ke kamar masing masing. “Tujuannya adalah agar menghindarkan bertemu secara langsung dan bisa meminimalisir potensi penyebaran Covid-19,” katanya.

Pangdam menambahkan pesan, agar budaya cium tangan dengan Kyai dan Nyai untuk sementara ditiadakan. Dengan kondisi saat ini, kata dia, hal tersebut berpotensi menjadi media penyebaran Covid-19.

“Para santri karena usia masih muda sistem imunnya kuat, tapi bagi Kyai dan Nyai yang rata-rata diatas usia 50 tahun memiliki potensi besar terpapar Covid-19. Oleh sebab itu untuk sementara budaya dan adat cium tangan dihentikan sementara,” pungkasnya.

Pondok pesantren tangguh di Lirboyo ini memiliki fasilitas penunjang ponpes tangguh. Mulai dari kesiapan posko, dapur umum, dan kesiapan logistik, kebersihan terhadap ruang ruang kelas dan fasilitas serta menjaga protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Untuk menghadapi Covid-19, Kapolres Kota Kediri turut juga mengkoordinasikan dengan RS Bhayangkara Kediri untuk membantu penanganan protokol kesehatannya. (afr/s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *