Polisi Temukan Pemudik Sembunyi di Bagasi Hingga Penyelundupan Narkoba

Min.co.id-Jakarta-Tercatat sebanyak 15.239 kendaraan pemudik telah diputarbalikkan sejak pelaksanaan Operasi Ketupat Covid-19 2020 dan larangan mudik berlaku pada Jumat 24 April 2020 lalu.

Kabagops Korlantas Polri Kombes Pol Benyamin mengatakan, tren mudik yang ditertibkan pihaknya masih didominasi oleh kendaraan pribadi mobil, lalu disusul pemudik dengan motor.

“Kemudian setelah 6 hari operasi, sebanyak 15.239 kendaraan yang sudah kita putar balik. Kendaraan pribadi paling tinggi, kemudian kendaraan umum,” kata Kombes Benyamin saat dikonfirmasi.

Tak hanya itu, polisi juga telah melakukan penyekatan sehingga mencegah pemudik keluar dari wilayahnya. Namun, dikecualikan untuk bekerja atau pertimbangan khusus, misalnya ada anggota keluarganya yang meninggal.

Selain itu, Benyamin menyesalkan masih ditemukannya pemudik yang nekat kucingan-kucingan dengan petugas. Salah satu contohnya pemudik yang bersembunyi di bagasi bus dan memasukkan kendaraannya di bak truk.

“Ini pun dimanfaatkan sebagian orang, angkut mobil pakai truk, dan sebagainya juga. Bus juga dilarang angkut manusia, bukan di tempat duduknya, tapi (sembunyi) di bagasinya,” ungkap Benyamin.

Tak sampai disitu, polisi juga menemukan kasus-kasus lainnya, seperti penemuan narkoba yang dibawa dari Surabaya menuju Jakarta. “Bahkan situasi ini dimanfaatkan oleh pelaku pembuat kejahatan, seperti membawa narkoba dari Surabaya ke Jakarta,” tuturnya.

Selama operasi ini berlangsung, sebanyak 172 ribu personel kepolisian telah diterjunkan untuk mengamankan lokasi. Pihaknya pun tetap memperbolehkan kendaraan pembawa sembako, BMM, dan alat kesehatan melintas.

“Kekuatan 172 ribu orang. Gabungan juga dengan TNI. Mayoritas adalah polisinya. Titik penyekatan sebanyak 52,” tandasnya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *