Min.co.id-Indramayu-Pelaksanaan Bakti Sosial (BAKSOS) Pemberian Alat dan Bahan Pencegahan Penyebaran Virus Corona kepada 10 Pengurus Masjid DI Kecamatan Haurgeulis, Partisipasi secara nyata dari Pengurus Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Indramayu dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona
Memberikan edukasi dan informasi terkait dengan teknis pencagahan dan info terkini penyebaran virus corona di kabupaten indramayu.
Memberikan alat dan bahan pencegahan kepada 10 Pengurus Masjid di kecamatan Haurgeulis Kecamatan Haurgeulis.
Alat dan bahan yang di berikan adalah : alat semprot volume 1 liter, alat semprot Hand Sanitasir 500 Mililiter, Bahan Disinfektan Hayati siyap pakai sebanyak 4 Liter, Bahan Disinfektan Kimiawi dari Baycliin sebanyak 1 Liter, Bahan Hand Sanitaser sebanyak 1.700 Mililiter, dan Pemberian Masker berlogo warna KAHMI sebanyak 4 Pic dalam setiap Masjid nya yang ada di Kecamatan Haurgeulis.
Kegiatan ini kaan dilakukan secara rutin dengan waktu dan tempat yang berbeda dengan sasaran Masjid dan Mushola
Hal Harapan Dari Kegiatan ini :
Pengurus Pengelola Masjid, mampu menyampaikan ke para jamaahnya terkait tata cara dan upaya pencegahan virus corona
Para jamaah harapanyya dapat melakukan dan mentaanti hal hal yang dianggap penting dalam upaya pencegahan.
Sehingga pemutusan penyebaran mata rantai virus corona dapat terjadi dan tidak ada yang menjadi Orang dalam Pengawasan (ODP) atau pun status lainya .
Adanya kesadaran bersama dalam pencegahan peenyebaran virus corona.
Sumber Pendanaan :
Sumber pendanaan berasal dari donasi mandiri keluarga besar KAHMI Indramayu
Ketua Wanhat H. Ahmad Djahidin beserta keluarga, Hj. Maesarah SH, Dr. Lutfi Haras, Drs. Romli Hamim, H. Ridwan Sadeli, Andi Jayaninangun, Moh Safrudin, Moh Amin Hidayat, Wawan Sugiarto dan lainya adalah para doantur dalam kegiatan tersebut
Latar Belakang Kegiatan :
Sebagaimana rilis dan kebijakan yang dikeluarkan oleh lembaga internasional kesehatan WHO, Pemerintahan Jokowi, Kementerian yang terkait bahwa harus dilakukan langkah percepatan untuk pencegahan penyebaran virus corona, demi untuk menyelamatkan nyawa manusia.
Secara Global, Nasional dan Daerah, grafik korban virus corona semakin hari semakin meningkat, bahkan Kabupaten Indramayu sudah ada yang meninggal 1 orang karena virus korona, sedangkan orang dalam pengawasan (ODP) mencapai lebih dari 300 orang. Ini yang menjadi dasar langkah kita semua, baik lembaga pemerintahan maupun lembaga non pemerintahan untuk bekerja sama dan bergotong royong secara serentak, tepat, akurat terkordinasi dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona, karena virus ini baru dan belum ada obat nya, serta bergerak secara massif dan aktif sesuai kondisi.
Upaya pencegahan penyebaran virus tersebut, yang secara kasat mata bisa dilakukan dengan pencegahan mulai diri indivdu, pembatasan interaksi antar individu untuk memotong mata rantai siklus kehidupan virus corona. Tentunya akibat upaya pencegahan itu ada dampak secara ekonomi, mengurangi pendapatan individu bahkan menihilkan keuangan keluarga dalam setiap bulan nya. Penanggulangan pencegahan beserta dampak nya, tentunya membutuhkan anggaran dana yang cukup signifikan, dan harus di biayai oleh pemerintah baik pusat, provinsi dan kabupaten, sebagai lembaga pememrintahan yang mempunyai fungsi perencanaan, pengaturan pembangunan masyarakat nya yang ditungkan dalam APBD dalam setiap tahun nya.
Rekomendasi Untuk Pemerintah Daerah :
Diperlukan Perencanaan yang matang dalam MERINCI upaya pencegahan baik yang sifatnya individu, tim yang menjalankannya, termasuk merinci upaya penaggulangan dampaknya baik yang terkena dampak atau penanganan masyarakat yang sudah terkena virus baik yang sifatnya ODP, ODK dan yang positif terkena virus.
Segera di lakukan Perubahan APBD, Untuk Pengimplementasian kebijakan REFOCUSING pengalokasian anggaran, sebesar 30% dari *DANA PERIMBANGAN PUSAT harus dan wajib dilaksanakan* untuk pencegahan dan penanganan dampaknya demi untuk melindungi masyarakat dari wabah corona dan tidak terjadi tumpang tindih bantuan dampak yang di keluarkan oleh pemerintah pusat, melaui kementerian dan gubernur jawa barat.
Karena menyangkut perubahan anggaran pembiayaan daerah, diperlukan koordinasi dan komunikasi antara berbagai pihak, khususnya pihak eksekutif dan legislative, agar tidak terjebak oleh kepentingan kelompok atau golongan yang pada akhirnya suasana tidak kondusif atau menambah persoalan baru.
Upaya pendeteksi dini terhadap kondisi kesehatan warga masyarakat perlu di lakaukan secara MASIF dan TERSETRUKTUR dengan menyediakan alat RAPID TES atau sejenisnya di SETIAP KECAMATAN, SEHINGGA menghasilkan data yang akuran terhadap potensi dan perkembangan penyebaran virus corona. Dengan adanya pendeteksian dini, maka arah dan gerakan penycegaan dapat terkordiansi dan tepat sasaran.
Sebagai bentuk dukungan moral untuk pemutusan sebaran corona dan menyelamatkan masyarakat, dan sesuai dengan tujuan organisasi kami yaitu bertanggung jawab terhadap terwujudnya kondisi masyarakat yang adil dan makmur yang di ridhoi oleh ALLAH SWT. (Red/rls)
