oleh

Polda Jatim Tetapkan 1 Tersangka Ujaran Rasis di Asrama Mahasiswa Papua

Min.co.id-Surabaya-Polda Jawa Timur merilis satu lagi tersangka baru berinisial SA terkait kasus ujaran rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. SA merupakan satu dari enam saksi kasus tersebut yang dicegah bepergian ke luar negeri.

Tersangka SA diduga mengeluarkan kata-kata tidak pantas yang bernada rasis saat mengepung Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, dua pekan lalu.

Hingga kini sudah dua orang dijadikan tersangka. Sebelumnya mantan caleg Partai Gerindra yang juga koordinator aksi pengepungan Asrama Papua, Tri Susanti (TS) lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran berita hoaks dan rasisme.

“Sementara ini bertambah satu lagi tersangka berinisial SA. Jadi baru dua tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik,” terang Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, Jumat (30/8/2019).

Penyidik sudah mengantongi bukti-bukti yang cukup untuk menjerat SA sebagai tersangka. Seperti video dan keterangan dari saksi-saksi. Polisi terus mendalami insiden yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua.

Menurut Luki, tim penyidik terus bekerja keras untuk menuntaskan kasus dugaan serangan rasisme di Asrama Mahasiswa Papua. Disinggung apakah kedua tersangka bakal ditahan? Luki mengaku tergantung pertimbangan dari penyidik.

“Penyidik yang akan memutuskan nanti,” papar Luki. Tersangka SA akan dijerat dengan Undang-Undang nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.(ntmc)

Komentar

News Feed