oleh

7.000 Kasus Perkara Pidana di Polda Jatim Belum Tuntas

-News-204 views
Jatim-Komisi III DPR RI memberi catatan terkait belum selesainya sebanyak 7.000 kasus pidana yang ada di Jawa Timur. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa saat kunjungan kerja di Polda Jawa Timur mengatakan, 7.000 kasus pidana yang belum selesai itu ada di Kepolisian, Kejaksaan dan di Pengadilan.
“Ini nanti semua masuk lapas atau tidak? Kalau masuk setidaknya ada 7.000 orang masuk lapas dengan kondisi saat ini yang over kapasitas,” kata Desmond di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Senin (18/2).
Menurutnya, jika semuanya masuk penjara, maka harus disiapkan anggaran baik dari segi kelayakan lapas maupun biaya makan minum selama di tahanan. Pihaknya juga memberi rekomendasi seperti rehabilitasi dan lainnya. “Baik kepolisian dan kejaksaan agar lebih cermat dalam memutuskan masalah itu,” ungkapnya.
Desmond menilai, over kapasitas di tahanan merupakan masalah luar biasa. Pada tahun 2017 Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) meminta kebijakan Komisi 3 di bidang anggaran dan salah satu hutang yang harus dibayar kementerian adalah Rp 4,3 triliun. “Tentunya ini sudah ada berapa banyak utang-utang Kemenkumham di bidang urusan makan minum lapas ini,” ungkapnya.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan pihaknya mendapat banyak masukan dari kunjungan yang dilakukan Komisi III DPR RI. Ia menilai, selama ini Komisi III telah memberikan perhatian penuh kepada Polri terutama terkait masalah anggaran.
“Komisi 3 betul-betul perhatian bagaimana dinamika perkembangan saat ini contohnya masalah dunia digital. Komisi III memberikan dukungan anggaran yang sangat dibutuhkan,” ujarnya. (afr/s)

Komentar

News Feed