oleh

Majalengka Rawan Pencabulan Terhadap Anak, Dinas PPA Luncurkan Gempita

-News-311 views

Min.co.id, Majalengka – Miris di Majalengka sangat riskan dengan pencabulan selama sebulan saja Polres Majalengka sudah mengamankan dan mengexpos 4 kasus pencabulan dengan ancaman yang notabene pelakunya kebanyakan orang terdekat.

Min.co.id mencoba mengkonfirmasi maraknya aksi bejad ini tentang pencabulan ke Dinas Pemberdayaan, Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana yang diterima langsung oleh Kabid perlindungan dan pemenuhan hak anak yang menangani masalah PPA di Majalengka.

Kabid. perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dra. Yuyun Yuhana didampingi Wawan Nukmansyah, Sp
Staf PPA dan sebagai ketua forum tenaga penggerak Desa Provinsi Jawa Barat sebelumnya mengucapkan maaf karena Kepala Dinas H. Riswan Graha sedang bertugas ke luar kota tepatnya ke Yoyakarta.

Mengenai expose Polres Majalengka tentang pencabulan anak dibenarkan bahwa kejadian tersebut sangat memprihatinkan bagi semua kalangan apalagi ini menyangkut anak bangsa yang masih panjang perjalanan hidupnya.

Sebenarnya masih banyak kasus yang belum terungkap karena keterbatasan pengetahuan dan prilaku masyarakat sendiri yang masih ada rasa takut bahkan merasa malu nantinya kalau di laporkan, menjadi aib kelurga menurut para korban dari sekian kasus yang baru mau didampingi permasalahannya baru ada 1 kasus lagi yang akan dilaporkan ke Polres Majalengka lewat pendampingan Dinas PPA karena kejadian kebanyakan si pelaku adalah orang terdekat dari korban.

Dengan maraknya kejadian seperti itu maka dari Dinas PPA akan mengadakan sosialisasi dengan meluncurkan program Gerakan Masyarakat Peduli Terhadap Anak (GEMPITA) sosialisasi ini akan melibatkan para perangkat desa khususnya yang terkait langsung yaitu bidang Kesra dengan kebijakan dari Kepala Dinas H. Riswan Graha akan mengumpulkan 130 Desa dulu untuk dibentuk tim Gempita.

Menurut Yuyun sudah ada 14 Desa yang menjadi satgas KDRT Gempita, sisanya yang 330 Desa akan di bagi menjadi dua tahap, tahap pertama sesuai kebijakan Kepala Dinas yaitu sebanyak 130 Desa yang akan berlangsung sosialisasinya pada tanggal 28 Februari 2019 yang mendatangkan narasumber dari Bandung kata Yuyun.

Harapan dari program Gempita ini minimal mengurangi tindakan pencabulan kalau bisa tuntas habis tentang pencabulan dan kekerasan ini, makanya nanti di Desa-desa agar dibentuk Relawan untuk menangani masalah ini dipilih dari para pemerhati sosial, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para kader pos KB untuk sekolah TK dan SD sendiri akan melibatkan Guru langsung yang akan dijadikan satgas KDRT ini.

Kami dari dinas tetap berkordinasi dengan pihak Polres Majalengka yang mau melaporkan kejadian KDRT bisa kemana saja ke Dinas PPA atau ke PPA Polres Majalengka sama saja akan dibantu dan ditindak lanjuti, adapun nomor kontak kami yang bisa dihubungi yang lebih mudah adalah nomor kantor (0233) 8291407. (topik)

Majalengka Rawan Pencabulan Terhadap Anak, Dinas PPA Luncurkan Gempita

Min.co.id, Majalengka – Miris di Majalengka sangat riskan dengan pencabulan selama sebulan saja Polres Majalengka sudah mengamankan dan mengexpos 4 kasus pencabulan dengan ancaman yang notabene pelakunya kebanyakan orang terdekat.

Min.co.id mencoba mengkonfirmasi maraknya aksi bejad ini tentang pencabulan ke Dinas Pemberdayaan, Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana yang diterima langsung oleh Kabid perlindungan dan pemenuhan hak anak yang menangani masalah PPA di Majalengka.

Kabid. perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dra. Yuyun Yuhana didampingi Wawan Nukmansyah, Sp
Staf PPA dan sebagai ketua forum tenaga penggerak Desa Provinsi Jawa Barat sebelumnya mengucapkan maaf karena Kepala Dinas H. Riswan Graha sedang bertugas ke luar kota tepatnya ke Yoyakarta.

Mengenai expose Polres Majalengka tentang pencabulan anak dibenarkan bahwa kejadian tersebut sangat memprihatinkan bagi semua kalangan apalagi ini menyangkut anak bangsa yang masih panjang perjalanan hidupnya.

Sebenarnya masih banyak kasus yang belum terungkap karena keterbatasan pengetahuan dan prilaku masyarakat sendiri yang masih ada rasa takut bahkan merasa malu nantinya kalau di laporkan, menjadi aib kelurga menurut para korban dari sekian kasus yang baru mau didampingi permasalahannya baru ada 1 kasus lagi yang akan dilaporkan ke Polres Majalengka lewat pendampingan Dinas PPA karena kejadian kebanyakan si pelaku adalah orang terdekat dari korban.

Dengan maraknya kejadian seperti itu maka dari Dinas PPA akan mengadakan sosialisasi dengan meluncurkan program Gerakan Masyarakat Peduli Terhadap Anak (GEMPITA) sosialisasi ini akan melibatkan para perangkat desa khususnya yang terkait langsung yaitu bidang Kesra dengan kebijakan dari Kepala Dinas H. Riswan Graha akan mengumpulkan 130 Desa dulu untuk dibentuk tim Gempita.

Menurut Yuyun sudah ada 14 Desa yang menjadi satgas KDRT Gempita, sisanya yang 330 Desa akan di bagi menjadi dua tahap, tahap pertama sesuai kebijakan Kepala Dinas yaitu sebanyak 130 Desa yang akan berlangsung sosialisasinya pada tanggal 28 Februari 2019 yang mendatangkan narasumber dari Bandung kata Yuyun.

Harapan dari program Gempita ini minimal mengurangi tindakan pencabulan kalau bisa tuntas habis tentang pencabulan dan kekerasan ini, makanya nanti di Desa-desa agar dibentuk Relawan untuk menangani masalah ini dipilih dari para pemerhati sosial, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para kader pos KB untuk sekolah TK dan SD sendiri akan melibatkan Guru langsung yang akan dijadikan satgas KDRT ini.

Kami dari dinas tetap berkordinasi dengan pihak Polres Majalengka yang mau melaporkan kejadian KDRT bisa kemana saja ke Dinas PPA atau ke PPA Polres Majalengka sama saja akan dibantu dan ditindak lanjuti, adapun nomor kontak kami yang bisa dihubungi yang lebih mudah adalah nomor kantor (0233) 8291407. (topik)

Komentar

News Feed