oleh

Jelang Akhir 2018, Reasilisasi Pengumpulan Zakat Nasional Capai Rp 6,2 T

-News-187 views

Jatim-Dari ajang Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) di Surabaya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merealisasikan  pengumpulan zakat menjelang akhir 2018. Tercatat dana zakat nasional sekitar Rp 6,2 triliun atau 2,92 persen dari total potensi zakat yang seharusnya bisa mencapai sekitar Rp 235,16 triliun.

“Karenanya, optimalisasi pemanfaatan zakat sebagai salah satu instrumen keuangan syariah sangat penting dilakukan. Salah satu alternatif mendorong peningkatan pengumpulan Zakat adalah manajemen pengumpulan zakat yang mengikuti manajemen pengumpulan pajak,” Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Bambang Sudibyo, kepada JNR di sela-sela Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 di Grend City, Surabaya, Sabtu (15/12) .

Untuk mengimplementasikan hal itu, kata Bambang, diperlukan dukungan regulasi. Antara lain mewajibkan zakat bagi yang memenuhi syarat dengan pemberian insentif berupa pengurangan kewajiban pajak bagi pembayar zakat dan sentralisasi pengumpulan zakat dengan pola pendistribusian desentralisasi secara proposional.

Menurut Bambang, di era revolusi industri 4.0, pengelolaan zakat pun dapat dilakukan melalui media digital. Digitalisasi pengelolaan Zakat dilakukan agar pengumpulan dan distribusi lebih efisien, transparan, skala besar, lebih aman dan menurunkan biaya transaksi.

Pada kesempatan ISEF di Surabaya, dilakukan pula peluncuran Outlook Zakat Nasional 2019 sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah, BI dan BAZNAS dalam mendorong optimalisasi pengumpulan zakat nasional. Outlook Zakat Nasional 2019 ini mencakup informasi mengenai pengumpulan dan pemanfaatan zakat, Statistik Penyaluran Zakat, Highlight kajian strategis perzakatan, Kinerja Perzakatan Nasional dan Tantangan & Peluang Zakat Nasional 2019.

Pada ISEF ini, berbagai business matching tetap terus berlangsung dengan melahirkan sejumlah kesepakatan senilai total lebih dari Rp 6,7 triliun. Di antaranya, kesepakatan kerjasama senilai Rp10 miliar antara Unit Usaha Syariah (UUS) Bank DKI dengan KSPS BMT UGT Sidogiri, kerjasama senilai Rp 13 Miliar antara PT Food Station Tjipinang dengan UD Sahabat Tani, serta kesepakatan lainnya. (ryo/s) 

Komentar

News Feed