oleh

Napi Narkoba Cipinang Kabur Diduga Dibantu Petugas

-News-211 views

Jakarta-Wajah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Indonesia kembali tercoreng pasca-kaburnya narapidana (napi) kasus narkoba Muhammad Said, yang melarikan diri dari Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur.

Said diduga kabur dibantu pacarnya, Yuanita, yang bertugas sebagai pegawai Tata Usaha (TU) di rutan tersebut.

Menyingkapi kondisi ini, Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan menilai, perbuatan oknum pegawai TU lagi-lagi telah mencoreng wajah lapas.

Dia berharap oknum tersebut bisa diberikan hukuman maksimal atas perbuatannya.

“Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi Lapas Cipinang karena oknum pegawainya justru membantu terpidana kasus narkoba melarikan diri. Sangat disayangkan profesionalisme pegawai terganggu hubungan asmara yang berbuntut dengan membantu narapidana melarikan diri,” kata Sahroni, di Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Menurut Sahroni, kaburnya napi yang dibantu oknum lapas merupakan kisah klasik yang harus menjadi perhatian serius semua pihak. Moral Sumber Daya Manusia (SDM) lapas atau rutan ditekankannya menjadi kunci pengawasan terhadap napi.

“Motif materi besar berulangkali terungkap dalam sejumlah peristiwa upaya pelarian atau kemudahan terhadap napi. Harus dicari penyelesaian persoalan mengapa oknum Lapas sampai tergoda dengan imbalan besar dari napi,” ujarnya.

Sahroni menilai, penerimaan pegawai juga harus lebih selektif, tidak hanya berdasarkan kemampuan akademik tapi juga mental yang baik. Dia juga mengingatkan pihak lapas untuk mencari cara agar pegawai yang berhubungan dengan narapidana tidak berpotensi menciptakan relasi.

“Bisa dengan rotasi secara acak sehingga kemungkin komunikasi berpotensi bantuan tak terjadi. Kendala minimnya SDM dengan jumlah napi yang melebihi daya tampung memang menjadi PR yang harus diselesaikan secepatnya,” ucapnya.

Kalapas Oga G Darmawan sebelumnya mengungkapkan, pelarian Said diketahui saat pergantian petugas jaga piket. Dari catatan petugas jaga, diketahui satu dari 4.126 napi yang berada di Lapas Kelas 1 Cipinang telah menghilang.

Dalam penelusuran pihak lapas diketahui ada peran pegawai wanita yang bertugas di bagian TU.

Informasi tersebut dikemukakan setelah pihaknya memeriksa Closed Circuit Television (CCTV) yang ada di lingkungan penjara.

“Dari situ terlihat ada mobil Livina yang kami ketahui milik seorang pegawai di lingkungan Lapas. Wanita berinisial Yuh inilah yang membantu pelarian tahanan bernama Said melarikan diri,” katanya.

Oga menceritakan, hubungan pegawai TU dengan Said yang divonis 19 tahun atas kasus narkoba sebenarnya sudah tercium sehingga rotasi pun dilakukan dengan memindahkan oknum pegawainya ke bagian TU. Rotasi dilakukan agar tidak terjadi kontak komunikasi lagi antara pegawai dengan napi.(akt)

Komentar

News Feed