oleh

Karna Sobahi Ajak Bebaskan Korupsi Dari Kebutuhan dan Desakan Keluarga

-News-16 views

Min.co.id, Majalengka – Sosialisasi peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2018 dengan tema Melangkah Pasti, Cegah dan Berantas Korupsi di kantor Kejaksaan Majalengka, Kamis (6/12).

Kejaksaan Negeri Majalengka membuka acara sosialisasi anti korupsi yang dibuka langsung oleh Alwi, SH., MH sebaga PLH Kejaksaan Negeri Majalengka yang sementara mengganti kepala Kejaksaan yang sedang cuti memohon permintaan maaf dari Kajari yang tidak bisa hadir dan mengucapkan selamat datang kepada Bupati juga tamu yang hadir dalam acara sosialisasi peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) 2018.

Sementara itu Bupati Majalengka Dr. H. Karna Sobahi, M.M.Pd menyambut baik acara ini yang di ungkapkan dalam sambutannya pada acara Hari Anti Korupsi Internasional ini dengan mengatakan semua orang pasti ada peluang untuk korupsi, terutama kita sebagai pejabat pemerintah sangat rentan dan tapi tidak mau terlibat kita ingin selamat sampai akhir jabatan.

Menurut Bupati, korupsi adalah musuh kita bersama dimasyarakat tapi masih ada rekan-rekan kita masih terlibat dengan korupsi. Maka ada beberapa hal perlu di ingat menyangkut tindakan korupsi diantaranya.

Budaya korupsi bisa terjadi disebabkan pola hidup atau tuntutan kepentingan yang bisa mendorong kepada siapa saja, terutama keluarga mudah tergoyahkan oleh kebutuhan dan tuntutan hidup di jaman ini.

Bupati mengatakan apakah kita tidak tahu korupsi, yang pasti semua tahu karena korupsi itu merugikan tapi selalu terjadi malah seringkali korupsi diidentikan dengan kekuasaan, padahal semua orangpun bisa. Menjadikan korupsi itu sebagai musuh bersama agar kesadaran timbul pada diri kita dan selalu diingatkan.

Banyak yang ditangkap karena korupsi, kita harus banyak istigfar kalau ada cari pulpen yang bisa mengingatkan dan bunyi istigfar jangan handphone aja ada alarmnya canda Bupati.

Bupati mengharapkan proyek di Majalengka didampingi oleh Kejaksaan sebagai pengacara pemerintah, kerjasama untuk mencegah dini terjadinya hal yang tidak di inginkan khususnya korupsi dengan melakukan komunikasi untuk pencegahan. Apalagi di Dinas yang banyak melaksanakan pekerjaan yang rawan untuk terjadinya korupsi.

Bupati dalam hal ini sudah mengidentifikasi beberapa titik yang rawan terjadinya tindakan-tindakan korupsi diantaranya Perizinan, Ijin proyek, dan tidak kondusifnya di internal. Itu semua nantinya akan dibenahi karena saya tidak ingin hal tersebut terjadi di Majalengka.

Dimana dana Desa paling mengkhawatirkan dan rawan karena dengan ini bukan berarti meragukan kualitas Kades, tapi pengelolaannya semua oleh Kepala Desa, kalau tidak menguasai akan seperti apa tandasnya.

Dan untuk kedepannya, nanti akan di kaji dari realisasi anggaran desa untuk desa, dan bila perlu kinerja Camat juga harus di evaluasi Kinerjanya harus dibina pungkas Bupati. (topik)

Komentar

News Feed