oleh

Isu Sara Dalam Panggung Politik

-News-36 views

Min.co.id, Jakarta – Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) mengadakan diskusi demokrasi dan politik dengan tema “Gurita Dominasi Politik Aliran dalam Pilpres”. Acara ini dilaksanakan di salah satu kafe di wilayah Matraman, Jakarta Timur, pada Rabu (7/11).

Acara ini dihadiri oleh Ir. H. Mutiyarso (Korwil JKSN DKI), Dra. Hj. Hisbiyah (Ketua PW Muslimat NU DKI), K.H Luthfi Hakim (Imam Besar FBR), H. Amsori, SH, MH, MM (Kornas Relawan Kyai Ma’ruf Eks Alumni 212), Dr. H Ilyas Indra (Ketum barisan millenial Yai Ma’ruf Amin), Dr. Hanibal Hamidi (Laskar Rakyat Jokowi), serta sejumlah santri dan mahasiswa.

Diskusi ini membahas tentang adanya politik aliran, dimana politik tahun ini sudah banyak yang diluar konteks. Banyak kegiatan politik sekarang sudah membawa perbedaan-perbedaan suku dan keyakinan.

Kornas Relawan Kyai Ma’ruf Eks Alumni 212, Amsori SH, MH, MM., mengatakan bahwa kaum millenial harus memahami
politik dan kesadaran dalam memilih merupakan hak setiap individu.

“Kaum millenial saat ini harus sadar politik, dan persoalan memilih itu adalah hak dari tiap individu. Mendukung harus menggunakan akal dan kewarasan serta kampanye sehat harus diterapkan,” ujar Amsori.

Di sesi lain, Ketum barisan millenial Yai Ma’ruf Amin, Dr. H Ilyas Indra dalam diskusinya menyampaikan, Kaum muda harus berpikir jernih dan tidak terprovokasi atas adanya isu-isu politik, kaum muda saat ini diharapkan tidak ikut kedalam kegaduhan politik yang saat ini terjadi.

“Teman-teman milenial harus sadar bahwa kita harus memilih dan sadar akan politik, serta memahami atas pembangunan apa saja yang ada saat ini. Kaum milenial tidak boleh terpancing dengan situasi panas politik, berikan hal-hal politik yang baik serta kembali ke pemilihan yang sehat, nasionalitas kaum milenial harus dibuktikan,” kata Ilyas.

Dalam kesempatannya, Korwil JKSN DKI, Ir. H. Mutiyarso menilai bahwa saat ini kondisi politik dalam tidak sehat. Dikhawatirkan Isu sara akan menimbulkan perselisihan.

“Keadaan politik saat ini tengah semrawut, banyak dikaitkan dengan agama dan suku. Sungguh sangat disayangkan, politik yang seharusnya berjalan dengan sehat justru membuat terpecah belahnya kesatuan bangsa,” ujar Mutiyarso. (ian/tya)

Komentar

News Feed