oleh

Banyuwangi Terima Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik

-News-9 views

Banyuwangi-Program inovasi antar obat ke rumah pasien kurang mampu di kabupaten Banyuwangi secara gratis masuk dalam jajaran elit inovasi pelayanan publik terbaik di Indonesia. Program tersebut masuk dalam jajaran Top 40 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB). Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Bupati Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Rabu (7/11).

“Kami gembira program ini diapresiasi pemerintah pusat, serta yang terpenting mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat sebagaimana selalu diamanatkan Pak Presiden Joko Widodo dan Pak Jusuf Kalla,” kata Anas.

Kegiatan program antar obat ke rumah pasien kurang mampu itu bernama “Gancang Aron”, kependekan dari Gugus Antisipasi Cegah Antrean Panjang dengan Antar Obat ke Rumah Pasien. Dalam bahasa setempat, “gancang aron” berarti “l cepat sembuh”.

Menurut Anas, Gancang Aron adalah instrumen memberi pelayanan yang lebih efektif dan efisien kepada pasien rawat jalan di rumah sakit milik pemerintah daerah. “Melalui program ini, pasien tidak perlu mengantre lama di apotek. Kasihan, pasien sudah sakit, masih disuruh nunggu obat. Apalagi jika obatnya butuh peracikan tertentu yang memakan waktu. Maka dengan program ini, setelah berobat, pasien bisa langsung pulang dan beristirahat. Obatnya diantar ke rumah mereka setelah disiapkan apoteker,” tutur Anas.

Ditambahkan Anas, dalam perjalanannya, program ini menggandeng Go-Jek sebagai penyedia jasa kurir pengantar obat ke rumah pasien. ”Personel dan armada kendaraan rumah sakit terbatas. Akhirnya kita kolaborasikan dengan Go-Jek. Dengan kolaborasi ini lebih hemat karena tidak perlu pengadaan armada kendaraan,” katanya.

Walaupun diantar Gojek, rumah sakit milik pemerintah daerah tetap memantau ketepatan pengiriman obat. Sebelumnya, pasien diedukasi tentang obat yang dikonsumsinya saat menyerahkan resep, Bahkan, untuk memastikan obat diterima dengan tepat oleh pasien, driver Gojek diberikan pendidikan khusus. “Tidak semua driver Go-Jek bisa mengantar obat. Kita beri pendidikan khusus. Selain itu, ada sistem pengamanan lain untuk memastikan obat dan informasi tentang obat itu tersampaikan dengan baik ke pasien,” kata Anas.

Berkat berbagai inovasi Banyuwangi sepanjang 2017, Banyuwangi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat berupa insentif Rp 8,7 miliar dan Rp 75 miliar untuk pelaksanaan sejumlah program.

Sementara Direktur RSUD BlambanganTaufik Hidayat menambahkan, sejak diluncurkan akhir 2017, Gancang Aron telah melakukan lebih dari 5.000 pengiriman obat ke pasien kurang mampu. Program ini juga menyediakan pelayanan “home care”, di mana apoteker mendatangi warga yang membutuhkan edukasi lebih tentang pengobatannya. “Layanan ini untuk penyakit tertentu yang butuh edukasi ekstra, seperti TBC,” ujarnya.

Kabupaten Banyuwangi sebelumnya juga meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia di Surabaya. Banyuwangi diganjar penghargaan seiring kinerja pertaniannya, sehingga mampu mendistribusikan berbagai hasil pertanian ke daerah lain. “Alhamdulillah, para petani di Banyuwangi luar biasa kinerjanya, terus berhasil menjaga produksi di tengah tantangan perubahan iklim. Sektor pangan Banyuwangi surplus semua, baik itu padi, jagung, maupun kedelai,” papar Anas.

Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo ini melengkapi kinerja sektor pertanian Banyuwangi setelah sebelumnya juga mendapat penghargaan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Jokowi.

Anas mengatakan, hampir 65 persen produksi pangan Banyuwangi dipasok ke daerah lain. Dengan surplus itu, Banyuwangi ikut menopang ketahanan pangan Jatim dan nasional. “Produk pangan kami dikirim ke Bali, Lombok, Kaltim, Aceh, Surabaya, dan Jakarta. Bahkan, beras organik sudah diekspor ke luar negeri. Demikian pula produk hortikultura seperti manggis yang sudah ekspor,” paparnya. (ryo/p)

Komentar

News Feed