Selasa, 13 November 2018 - 05:45
oleh

Jangan Buru-buru Minum Obat Penurun Panas Saat Demam

Demam seringkali muncul bersamaan dengan gejala lain, seperti mual, batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, nyeri sendi, meriang, dan lain-lain. Namun, jangan langsung menganggap demam sebagai musuh dan terburu-buru mengobatinya. Justru, sebagian besar demam memiliki manfaat dan membantu tubuh dalam melawan infeksi.

 

Kriteria Demam

Demam merupakan tanda bahwa sistem imun sedang bekerja melawan infeksi virus, bakteri, jamur, atau zat asing lain yang masuk ke dalam tubuh. Alasan penanganan demam yaitu hanya untuk meringankan rasa tidak nyaman. Penyebab demam sendiri sangat beragam, tergantung kondisi masing-masing penderita.

Suhu tubuh normal masing-masing orang berbeda. Namun secara umum, suhu tubuh dikatakan sudah di atas normal ketika mencapai 37 derajat Celcius melalui pengukuran mulut, atau 37,2 derajat Celcius ketika diukur melalui anus. Demam ringan yaitu ketika suhu tubuh belum mencapai 38 derajat Celcius. Pada masa ini, demam belum perlu diobati karena dianggap sebagai upaya alami tubuh menghalauInfeksi virus dan bakteri yang tidak dapat hidup pada suhu panas.

Demam lebih dari 38 derajat Celcius baru memerlukan penanganan. Demam yang mencapai 40 derajat Celcius atau lebih tinggi, dapat dianggap sebagai kondisi berbahaya dan harus segera diberikan bantuan medis. Demam di atas 40 derajat Celcius berisiko menyebabkan gangguan fungsi otak dan kejang, terutama pada bayi dan anak-anak.

Penggunaan Obat Penurun Panas yang Tepat

Saat demam, disarankan menggunakan pakaian yang tipis. Hindari pakaian tebal dan berlapis, karena dapat memicu kenaikan suhu. Basuh tubuh dengan air hangat untuk membantu menurunkan demam, hindari air dingin, air es, ataupun alkohol. Selain itu, hindari minuman berkafein atau beralkohol, karena minuman jenis ini dapat memicu terjadinya dehidrasi. Perbanyak minum air saat mengalami demam.

Berikut beberapa pilihan obat penurun panas yang dapat digunakan:

  • Paracetamol
    Obat ini bisa digunakan sebagai penurun demam, sekaligus meringankan gejala lain seperti sakit kepala, sakit gigi, sakit punggung, dan nyeri lain. Umumnya,paracetamol dijual bebas, baik dalam bentuk tablet, sirup, atau lainnya.
    Lihat label kemasan untuk dosis pemakaian. Jangan gunakan obat paracetamol dewasa untuk anak-anak.

Sebaiknya penggunaan obat ini tidak lebih dari 3 hari tanpa konsultasi dengan dokter.

  • Ibuprofen
    Selain paracetamol, ibuprofen juga merupakan obat penurun panas yang banyak digunakan. Obat ini dapat dimanfaatkan sebagai pereda nyeri saat sakit gigi, sakit kepala, sakit otot, nyeri terkait flu, dan kram perut saat menstruasi. Cara kerja ibuprofen yaitu dengan menekan produksi zat alami tubuh tertentu yang menyebabkan peradangan, sehingga dapat membantu meringankan demam, nyeri, ataupun bengkak.
    Ibuprofen harus dikonsumsi berdasarkan anjuran dokter, dan umumnya setiap 4-6 jam .
  • Aspirin
    Aspirin dapat digunakan untuk membantu menurunkan demam dan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, pilek, dan arthritis. Penggunaan aspirin dosis rendah juga dapat dimanfaatkan untuk mencegah penggumpalan darah (biasanya terjadi setelah prosedur operasi), yang dapat mengurangi risiko stroke dan serangan jantung. Penggunaan aspirin terhadap anak di bawah 12 tahun harus selalu melalui konsultasi dokter.

Harap berhati-hati bagi orang yang mengalami demam dan pada saat yang bersamaan juga mengonsumsi obat imunosupresan (obat penekan sistem kekebalan tubuh), menderita penyakit kanker, AIDS, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit berat lainnya. Jika demam disertai kondisi di atas, secepatnya periksakan diri ke dokter.

Gunakan obat penurun panas saat suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius atau lebih. Jika demam tidak kunjung turun atau berlangsung berlarut-larut, segera.konsultasikan ke dokter

Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian (Alodokter)

Komentar

News Feed

Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Segarkan