oleh

Tolak Kenaikan UMP 8,03 Persen, Puluhan Buruh Geruduk Kantor Gubernur

-News-164 views

Medan-Puluhan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Senin (29/10/2018).

Aksi buruh ini meminta kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi untuk menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebesar 8,03 persen.

“Kami minta untuk menaikan upah, sebesar 2,8 juta, karena kami merasa itu tidak cukup untuk kebutuhan keluarga,” ucap koordinator aksi, Willy dari saya mobil komando.

Mereka juga menyebutkan akan melakukan aksi yang lebih banyak setiap hari Senin, jika Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak merespon tuntutan buruh tersebut.

Dalam surat pernyataan FSPMI yang didapat, FSPMI dalam pernyataan sikapnya menyebutkan beberapa tuntutan diantaranya cabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan dan menolak upah murah tahun 2019 yang hanya naik sebesar 8,03 persen.

Kemudian meminta agar Gubsu Edy Rahmayadi berani menetapkan kenaikan Upah Minimum Regional Sumatera Utara 2019 sebesar 20-25 persen. Hapuskan sistim kerja outsourching, kontrak, harian lepas dan borongan. Tegakkan aturan hukum UU Perburuhan demi melindungi pekerja atau buruh rakyat Sumatera Utara.

Surat pernyataan sikap tertanggal 29 Oktober 2018 tersebut ditandatangani oleh Willy Agus Utomo SH Ketua FSPMI dan Tony Rickson Silalahi sebagai Sekretaris FSPMI.

Pantauan Akuratnews.com di lapangan, terlihat puluhan aparat pengamanan dari kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tampak berjaga jaga didepan gerbang masuk menghadang para buruh yang melakukan aksi tersebut(ak)

Komentar

News Feed