oleh

Sekjen ProDem : Pemerintah Abaikan UUPA

-News-235 views

Jakarta-Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) menyatakan sengkarut perizinan proyek Meikarta adalah fenomena gunung es dalam persoalan agraria di Indonesia. Kasus lain seperti reklamasi di Teluk Jakarta Utara yang kini proyeknya sudah ditutup oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantaran juga cacat perijinan.

Namun anehnya, proyek-proyek yang kerap melibatkan para pengembang besar tersebut tetap dilakukan meski sering mendapat penolakan masyarakat maupun kendala perizinan daerah setempat. “Pada umumnya pengembang besar seperti Lippo Group, mereka seperti orang sakti di Republik ini,” ujar Sekjen ProDEM, Satyo Purwanto dalam keterangan tertulis, Senin (22/10/2018).

Hal itu menurutnya lantaran Pemerintah periode sebelumnya hingga di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi tidak pernah menjalankan Undang-Undang nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok- Pokok Agraria (UUPA) secara komprehensif. Satyo mengatakan pada prinsipnya, semua undang-undang dibuat untuk menjamin hak dan kewajiban masyarakat.

“Sehingga tentunya UUPA dan peraturan-peraturan pelaksananya sangat dapat diandalkan sebagai sarana perlindungan hak-hak rakyat ketika ada peluang akan dirugikan dalam sengketa, khususnya saat berhadapan dengan penguasa dan korporasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menilai meski UUPA bersifat populis, namun dikelilingi oleh peraturan yang bersifat kapitalistik liberal sehingga Pemerintah abai menjalankan peran sebagai pelaksana utama pembangunan nasional. “Karena pembangunan kota pada umumnya diambil alih atau diserahkan kepada swasta yang hanya mengejar keuntungan,” pungkas Satyo.

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Bekasi Neneng Hasannah Yasin ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran diduga menerima suap izin pembangunan proyek Meikarta. KPK juga telah menggeledah kantor bos Lippo Group, James Riyadi.

Sedari awal, Meikarta yang merupakan mega proyek Lippo Group tersebut sudah terbelit sejumlah permasalahan mulai dari tata ruang, perizinan properti maupun AMDAL. Meikarta disebut-sebut sebagai proyek terbesar dalam sejarah berdirinya Lippo Group yang dirancang sejak tahun 2014.

Proyek yang diprediksi menelan biaya lebih dari ratusan triliun ini akan menyulap Cikarang seperti Shenzhen, kota pusat bisnis dan manufaktur terbesar di China. Lokasi proyek Meikarta berada di Cikarang, Kabupaten Bekasi serta dikelilingi oleh distrik bisnis dan industri seperti Lippo Cikarang, Jababeka, MM2100 dan sebagainya.

Proyek tersebut sempat bikin geger karena iklan dan promosinya heboh di tahun 2017 lalu. Padahal, pemasaran secara massif tersebut dilakukan tanpa dukungan izin pembangunan proyek yang belum lengkap dan terancam mangkrak.(akrt)

Komentar

News Feed