oleh

Tim Gabungan Polres Gresik Berhasil Ungkap Home Industri Miras Oplosan Di Surabaya

-News-199 views

Gresik-Peristiwa pesta minuman keras Oplosan yang menewaskan 3 orang di Gresik beberapa waktu lalu, membuat Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro mengambil tindakan tegas.

Pada hari Senin (20/8/2018) dini hari akhirnya berhasil mengungkap Home Industri miras oplosan di jalan Pogot Palm Regency No. A-36, Kedinding, Kenjeran Surabaya. Miras oplosan ini turut memakan korban 28 orang warga Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik harus masuk rumah sakit beberapa hari yang lalu

Keberhasilan ungkap tempat minuman gendeng (gila) tersebut dengan berkordinasi Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela. Selain itu pelaku pengoplos atau peracik miras, Petrus Roy Bernado (37) warga jalan Genteng Besar No. 68 Surabaya juga berhasil diamankan oleh petugas.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro menuturkan, pihaknya mengambil langkah cepat usai menerima laporan peristiwa adanya warga Gresik yang keracunan miras oplosan tersebut. Selain mengungkap home industri petugas juga mengamankan bahan baku miras oplosan dan alat yang dibuat sarana pembuatan miras.

“Bersama tim gabungan Polres Gresik dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil ungkap home industri miras oplosan di Surabaya,”terang, Kapolres Gresik pada akuratnews hari Rabu (22/8/2018).

Lebih jauh Kapolres Gresik menambahkan, atas perbuatanya pelaku bisa dijerat dengan hukuman kurungan penjara karena mengakibatkan menghilangkan nyawa seseorang.

“Pelaku peracik miras oplosan PRB telah ditetapkan sebagai tersangka,” tegas, Akpol 98 itu.

Sementara pelaku PRB dihadapan petugas mengaku, meracik miras setiap lima liter yang terdiri dari air tiga liter, alkohol dua liter, aspart satu gram, atric acid empat gram, stabil lima gram, natrium benzoat 0,2 gram, mineral soda dua gram, serta essence empat gram.

“Miras itu oleh tersangka kemudian dijual seharga Rp 40.000 per liternya. Tersangka mengaku telah menjual miras oplosan kepada para korban sebanyak 30 liter dimasukkan dalam jerigen. Namun, karena korban membeli 30 liter maka dapat diskon Rp 200 ribu,” jelas Kapolres.

Dari penggerebekan tersebut petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti (BB). Di antaranya, 1 mobil Toyota Sienta, 2 handphone, timbangan, dan sejumlah bahan peracik miras oplosan, dan peralatan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 110 jo pasal 36 jo pasal 35 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, dengan ancaman hukuman 5 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Kemudian, pasal 136 huruf b jo pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 10 miliar. Dan, pasal 2014 ayat (1), dan (2) dengan ancaman hukuman seumur hidup. (Rif)

Komentar

News Feed