oleh

Mantan Bupati Jombang Di Tuntut 8 Tahun Istrinya Pingsan

-News-182 views

Sidoarjo-Agenda sidang pembacaan tuntutan mantan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko yang akrab disapa Kang Nyono diwarnai dengan adegan pingsan istri pada hari Selasa (21/8/2018).

Perempuan berjilbab yang mengikuti jalannya persidangan sejak awal diketahui bernama Tjaturiana Yuliastuti itu adalah istri dari terdakwa Nyono Suharli Wihandoko eks Bupati Jombang. Tjaturiana Yuliastuti yang duduk dikursi pengunjung ruang sidang Candra bersama sejumlah perempuan tiba – tiba menangis dan pingsan saat mendengarkan putusan yang dibaca JPU KPK, sontak ruang sidang berubah geger dikarenakan sejumlah perempuan menjerit. Selanjutnya petugas pengadilan dibantu pengunjung lain membawa keluar ruangan dengan mengangkat istri terdakwa.

Dalam pembacaan tuntutan atas terdakwa Kang Nyono, Jaksa Penuntut Umum KPK, Wawan Yunarianto menyatakan, Dalam kasus ini, ada dua perbuatan salah yang secara sengaja dan meyakinkan telah dilakukan oleh Nyono saat menjabat sebagai bupati.

Yakni, terkait suap pengangkatan Inna Silestowati sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan yang merangkap sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Jombang, serta dugaan pemberian uang untuk perizinan rumah sakit. Terdakwa Nyono dengan dijerat pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menuntut Nyono Suharli dengan hukuman penjara selama 8 tahun dan denda Rp 300 juta, subsider tiga bulan serta mencabut hak dipilih politiknya selama 5 tahun.

“Kami merujuk pada dakwaan pertama (pasal 12 huruf a). Atas dasar itu dan berdasar fakta-fakta dalam persidangan kami meyakini tuntutan ini sudah sesuai,” tegas, JPU KPK Wawan Yunarianto pada media saat ditemui usai persidangan.

Sementara tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa Nyono, Agus Sudjatmoko menyatakan, tuntutan yang dibacakan JPU tidak pantas dan tidak sesuai dengan fakta persidangan. Itu terlalu berat dan fakta persidangan tidak demikian. “Tuntutan itu tidak pantas dan fakta persidangan tidak demikian. Pasal yang sesuai dengan fakta persidangan seharusnya pasal 11 huruf a,”jelas, Agus Sudjatmoko ditemui usai persidangan.

Masih lanjut Agus, pihaknya bakal menyampaikan keberatan atas tuntutan JPU anti rasuah tersebut di sidang berikutnya. Untuk sidang berikutnya akan digelar kembali pada agenda sidang pembelaan pada tanggal 28 Agustus 2018 mendatang. (Rif)

Komentar

News Feed