oleh

Baznas Potong Ribuan Hewan Kurban Di 120 Desa

-News-114 views

Jakarta-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) selenggarakan pemotongan dan mendistribusikan hewan kurban di 120 desa di 24 provinsi se-Indonesia yang merupakan program “Kurban Berdayakan Desa”.

“Warga dari 120 desa tersebut merupakan penerima manfaat yang membutuhkan, warga kurang mampu dan terpencil,” kata Wakil Ketua Baznas, Zainulbahar di lokasi pemotongan sekaligus kelompok ternak binaan Baznas yang terletak di Desa Sukaindah, Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Rabu (22/8/2018).

Baznas memotong 50 ekor kambing untuk kemudian dibagikan kepada warga sekitar. Desa Sukaindah ini merupakan salah satu pemasok kambing untuk kurban tahun ini.

Pemilihan lokasi pemotongan dan pendistribusian daging kurban program kurban berdayakan desa sendiri karena di desa tersebut banyak masyarakat mustahik yang menjadi peternak.

“Umat harus membangun ekonomi dari pinggiran seperti ini. Dengan demikian, pemenuhan konsumsi daging di kalangan mustahik bisa dioptimalkan,” ujarny.

Karena konsumsi daging secara nasional masih sangat rendah dibanding negara tetangga. Kita, kata Zainul, baru 3-4 kilogram per kapita per tahun sementara Malaysia dan Singapura 4-5 kilogram, jauh lebih banyak.

“Kita berharap bisa 50-60 kilogram per kapita per tahun. Inilah yang menjadi salah satu tujuan program Kurban Berdayakan Desa. Paling tidak dengan produksi daging di Balai Ternak BAZNAS bisa mendorong perbaikan gizi masyarakat desa,” ucap Zainul.

Karena jika bicara peternakan, bukan semata-mata soal daging. Tapi juga industri pakan, kulit, transportasi, pedagang kecil dan sebagainya. Di musim kurban, imbuh Zainul, Indonesia hanya memproduksi 300 ekor per kabupaten. Padahal potensi kurban secara nasional bisa mencapai Rp 10 triliun.

“Swasembada daging dimulai dari desa sehingga ke depan masyarakat bisa mengonsumsi daging 40 kg per kapita per tahun seperti di negara-negara maju,” harapnya.

Sementara itu Komisioner Baznas Nana Mintarti menambakan, Kegiatan ini merupakan upaya Baznas memberikan pemberdayaan bagi peternak kecil dalam program kurban berdayakan desa.

“Dari kegiatan ini diharapkan dapat membuat ekonomi di desa tumbuh dan berkembang. Kambing dibeli, disembelih kemudian dibagikan kepada warga Desa Sukaindah,” kata Nana

Ia menjelaskan, kurban berdayakan desa merupakan sebuah layanan untuk masyarakat muslim dalam melaksanakan ibadah pada Idul Adha 1439 H. Dari sini, Baznas mendorong masyarakat untuk melaksanakan ibadah kurban dengan manfaat yang lebih luas.

“Karena kurban bukan ibadah biasa, namun dapat membangkitkan kesejahteraan ekonomi umat, utamanya masyarakat desa,” jelasnya.

Pada Idul Adha tahun ini, lanjut Nana, Baznas memotong 1.280 ekor kambing dan sapi untuk masyarakat yang membutuhkan. Dengan pemotongan hewan pada Program Kurban Berdayakan Desa ini, diharapkan dapat memberdayakan peternak desa karena hewan kurban dibeli dari peternak desa Sukaindah juga.

“Selain itu, daging hewan kurban disembelih dan dibagikan di Desa Sukaindah untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat desa,” tandasnya.

Program ini juga melibatkan “Balai Ternak Baznas” yang tersebar pada tujuh provinsi, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Balai ternak merupakan program pemberdayaan ekonomi pedesaan dengan memberikan bantuan bibit, kandang dan pendampingan peternakan pada masyarakat.

Para pekurban juga dimudahkan dalam melakukan pembayaran melalui berbagai platform. Mulai dari konter, banking channel, pembayaran melalui e-commerce, pembayaran digital serta kantor-kantor Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas yang tersebar di berbagai lokasi.

Kegiatan itu juga dihadiri langsung Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Mohd. Nasir Tajang. (Yan)

Komentar

News Feed