oleh

Prabowo : Jangan Jadi Sebuah Republik Kalau Masih Ada Yang Lapar

-Politik-198 views

Jakarta-Calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto berorasi di hadapan ribuan simpatisan usai mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam orasinya, Prabowo menyatakan bersama calon wakil presiden, Sandiaga Uno dan dengan seluruh kekuatan koalisi pendukung akan berjuang untuk kepentingan rakyat Indonesia.

“Yakinlah bahwa yang benar selalu menang, dan tuhan maha kuasa. Allah SWT selalu berada dipihak yang benar. Membela rakyat miskin itu benar, membela rakyat susah itu benar, membela kepentingan bangsa Indonesia itu benar. Kekayaan Indonesia untuk rakyat Indonesia,” ujarnya di Kantor KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

Ia menegaskan pihaknya tidak mau menjadi antek bangsa lain. Prabowo juga menyatakan bahwa kemiskinan yang ada saat ini tidak boleh terjadi pada generasi penerus.

“Kalo anakmu masih miskin kita gagal sebagai sebuah republik,” ucapnya.

Mantan Danjen Kopassus itu teringat ceramah yang disampaikan khatib di Masjid Sunda Kelapa sebelum ia pergi mendaftarkan diri ke KPU. Yakni soal tugas pemimpin untuk membela dan mengurangi penderitaaan rakyat.

Menurutnya, tuntutan pemimpin sederhana tapi berat. “Tidak boleh ada yang lapar di Indonesia. Tidak boleh ada yang putus asa di Indonesia. Tidak boleh ada yang bunuh diri karena tidak bisa kasih makan ke anak-anaknya,” tukas Prabowo.

Jika hal itu terjadi, lanjut dia, Indonesia menjadi bangsa yang hina. “Kalo masih ada yang bunuh diri, tidak bisa memberi makan anak-anaknya, kita hina. Jangan kita jadi sebuah republik,” sebut Prabowo.

“Marilah kita berhenti jadi republik,” tambahnya.

Prabowo lantas menuturkan akan berjuang mengentaskan kemiskinan. “Kita yakin di jalan yang benar dan kita yakin tuhan selalu berada di pihak yang benar,” pungkas Prabowo. (Ysf)

Komentar

News Feed