oleh

Reserse Gadungan Di Tangkap Polisi

-News-157 views

JakartaAnggota Polsek Kebon Jeruk menangkap empat pria yang mengaku sebagai anggota reserse karena melakukan pemerasan dan penganiayaan terhadap M Nur Antaya (53), warga Kampung Kecil RT 04 RW 02, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Keempat anggota reserse gadungan itu berinisial HS (31), AD (27), IB (45), dan NS (37).

Kapolsek Kebon Jeruk Komisaris Martson Marbun mengatakan, dalam melakukan aksinya, komplotan ini mengaku sebagai anggota reserse alias polisi gadungan.

Martson mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (19/7/2018). Pada waktu itu polisi gadungan ini menemui Nur di rumahnya.

“Mengetahui lima pria yang mengaku anggota reserse, Nur kaget. Apalagi setelah Nur disangka sebagai pelaku pelecehan terhadap anak di bawah umur,” kata Martson, Rabu (1/8/2018).

Pada waktu itu para pelaku memukuli Nur agar mengakui perbuatannya. Melihat Nur bingung, kawanan ini menawarkan jalan keluar agar Nur tidak masuk bui.

“Mereka pun meminta Rp 100 juta kepada Nur. Tetapi, Nur tidak sanggup. Para pelaku pun menurunkan menjadi Rp 70 juta. Nur menyanggupi, tetapi baru bisa membayar Rp 30 juta,” kata Martson.

Martson mengatakan, Nur yang didampingi warga, yang curiga dengan aksi lima pria itu, kemudian melapor ke Polsek Kebon Jeruk. Laporan itu pun langsung ditindaklanjuti Tim Reskrim Polsek Kebon Jeruk.

“Anggota kami memancing para pelaku. Kami meminta Nur membuat janji agar para pelaku mengambil sisa uang Rp 40 juta,” kata Martson.

Kemudian, Nur bertemu dengan para pelaku di daerah Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk. Pada saat itu Tim Reskrim Polsek Kebon Jeruk meringkus para pelaku.

Pada kesempatan yang sama Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk Ajun Komisaris Josman Harianja mengatakan, timnya juga menangkap lima pria yang mengaku sebagai petugas Penanganan Prasarana dan sarana Umum (PPSU) Kelurahan Sukabumi Utara.

Kelimanya, yakni YG (14), IA (20), MY (19), RF (20), dan FK (19) meminta uang jasa kebersihan sebesar Rp 44.000 per warga.

“Petugas PPSU gadungan ini dibekuk setelah warga melapor polisi karena curiga dengan ulah mereka. Apalagi, warga tidak mengenal wajah para pelaku,” kata Josman.(wk)

 

Komentar

News Feed