oleh

Kominfo: Tugas Saya Memastikan Konektivitas Data Itu Ada

-News-156 views

Jakarta – Langkah-langkah strategis untuk mendukung revolusi industri 4.0 yang diserukan Presiden Joko Widodo makin ditingkatkan. Berbagai persiapan dan peta jalannya juga dibuat. Sekarang tinggal konektivitas data yang perlu diperhatikan.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, pun mengatakan konektivitas data menjadi kunci revolusi industri generasi keempat ini. Menurutnya, ketersediaan informasi secara cepat dan tepat sangat penting.

Rudiantara mengatakan bahwa pemerintah saat ini tidak hanya bertindak sebagai regulator dalam mendorong tercapainya target revolusi industri 4.0 saja. Pemerintah pun dituntut menjadi fasilitator dan akselerator terhadap dunia usaha di dalam negeri.

Hal ini Rudiantara sampaikan saat menghadiri acara Innofest ID 2018 di Jakarta, Selasa (24/7). Dalam acara dengan tema besar Building Innovation Ecosystem For Making Indonesia 4.0 itu, ia menyampaikan betapa besarnya peran ketersediaan data dan informasi.

“Pada saat memasuki era baru industri 4.0, maka konektivitas menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan. Tugas saya untuk memastikan konektivitas itu ada,” kata pria yang biasa disapa Chief RA ini.

Lebih lanjut, Rudiantara mengungkapkan bahwa perkembangan sektor industri di Indonesia sudah terlihat berkembang. Namun Kominfo pun ingin industri bisa lebih berkembang lagi bila tujuannya adalah Indonesia menjadi kekuatan ekonomi besar dunia pada 2030.

Maka dari itu, kebijakan-kebijakan yang selaras dan mendukung terlaksananya industri 4.0 di Indonesia harus disiapkan betul, dalam hal ini oleh Kominfo.

“Jika konektivitas tidak ada, maka industri 4.0 juga tidak ada. Kami dari Kominfo perlu mengetahui ke mana arah industri, sehingga kami bisa mempersiapkan kebijakan yang sejalan,” kata Rudiantara.

Perlu diingat kembali, Pemerintah menargetkan Indonesia masuk dalam jajaran sepuluh negara dengan perekonomian terbesar pada 2030. Hal tersebut sesuai dengan aspirasi nasional yang terdapat pada peta jalan “Making Indonesia 4.0”.

Yang perlu digarisbawahi juga, hal ini nantinya akan merombak alur produksi industri konvensional dengan cara yang tidak biasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Perindustrian mengatakan akan berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta pelaku industri di seluruh Indonesia. Kerja sama dilakukan untuk kesuksesan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Diketahui, ada lima teknologi utama yang menjadi penopang implementasi industri 4.0. Kelimanya adalah Internet of Things, Artificial Intelligence, Human Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing.

Presiden Jokowi, sebelumnya mengatakan bahwa penerapan industri 4.0 ini akan bisa membawa Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif. Untuk itu sangat diperlukan kontribusi dan penyatuan visi yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Sebab pada era ekonomi digital seperti sekarang, semua memang harus mengikuti perubahan. Nah, saat ini, revolusi industri 4.0 tengah terjadi pada sektor UMKM yang tengah berkembang pesat di Indonesia.(novianto fakta)

 

 

Komentar

News Feed