oleh

Hati Hati Dengan Telur Yang Retak

-News-190 views

Masalah tingginya harga telur belakangan ini membuat telur pecah menjadi alternatif bagi para konsumen karena harganya yang lebih murah.

Larisnya telur pecah di pasaran ternyata mengkhawatirkan bagi kesehatan.

Telur yang sudah tidak sempurna itu dianggap bisa menularkan bakteri Salmonela.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Tangerang Selatan dr Tulus Muladiyono menjelaskan, bakteri Salmonela mudah menempel pada telur yang retak.

“Yang retak bisa kemungkinan ada bakteri, bakteri Salmonela. Kalau pecah ada jalan masuk ke dalam telur itu, entah itu penyakit atau binatang,” katanya di Kantor Dinas Kesehatan Tangsel di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong Tangsel, Selasa (24/7/2018).

Bakteri Salmonela, kata Tulus apabila dikonsumsi dan daya tahan tubuh sedang lemah dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti muntah-muntah sampai diare.

Tulus menjelaskan lebih lanjut, waktu konsumsi telur pecah hanya diperbolehkan dalam hitungan jam sejak telur itu mulai pecah.

Jika terlalu lama, bakteri atau binatang bisa masuk lewat bagian telur retak.

“3 jam aja udah gabisa, kalo udah berhari-hari kita ga bisa jamin higienisnya telor,” terangnya.

Tulus menekankan bagi para konsumen untuk menghindari telur yant pecah guna mencegah bakteri-bakteri yang tidak menyehatkan masuk ke tubuh.

“Diusahakan jangan sampai dibeli, dihindari,” tegasnya.

Telur pecah di Pasar Ciputat Tangerang terhitung laris manis ketika harga telur meroket, Selasa (24/7/2018).(wk)

 

 

 

 

Komentar

News Feed