oleh

Pekerja Pertamina Ancam Mogok Nasional

-News-293 views

Min.co.id-Indramayu – Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Balongan(SPPBB) sangat tegas menolak proses akuisisi PT. Pertamina Gas (PERTAGAS) oleh PT. Perusahaan Gas Negara (PGN).

600 Pekerja Pertamina yang tergabung dalam SPPB Rabu 11/07/2018 Jam 15.30 wib melakukan aksi peryataan sikap di Gate 3 Pintu masuk Kilang RU VI Balongan.

Ketua umum SPPBB, Tri Wahyudi SE menyatakan dengan sangat keras bahwa pekerja pertamina merasa marah terhadap proses akuisisi tersebut. Bahkan, Tri Wahyudi yang biasa di Panggil Pak Ketum. menganggap pejabat negara lakukan korupsi berjamaah dan ini sangat naif.

“Kami marah PERTAGAS diambil PGN, perusahaan yang mempunyai laba besar dan sehat adalah PERTAGAS. Tapi oleh kementrian BUMN dalam pembentukan holding minyak dan gas (MIGAS), dimasukan ke anak perusahaan PGN.” tegasnya

“Ini merupakan pelanggaran dan korupsi berjamaah para pejabat negara.

Kami Pekerja Pertamina yang tergabung dalam SPPBB akan melaporkan ke KPK dan ini sudah berjalan.” Ungkapnya.

Tri Wahyudi juga mengungkapkan jika aspirasi tersebut tidak didengar oleh pejabat negara, maka seluruh pekerja pertamina di Indonesia akan mogok kerja Nasional dan bisa jadi pedistrbusian BBM di Indonesia terganggu.

“Aksi saat ini dihadiri oleh 600 pekerja, dan itu jumlahnya baru 50% dari total pekerja pertamina, karena kami masih mengutamakan proses bisnis perusahaan agar tetap memproduksi BBM untuk suplay Jakarta dan Jawa barat, karena RU VI merupakan suplayer utama Jakarta dan Jawabarat.”ungkap Tri

“Tapi apabila aspirasi kami tidak didengar, maka kami akan masuk ke hubungan industrial dan melakukan mogok nasional.

“Kalau kami mogok nasional, maka BBM diseluruh Indonesia akan terhenti. Kelangkaan premium saja sudah mempengaruhi pendapat negatif dari masyarakat terhadap Pertamina, apalagi jika kami bergerak dan mengerahkan seluruh pekerja untuk stop produksi.” Tandasnya.

“Akan tetapi, jika aspirasi kami didengar, maka kami akan bekerja dengan baik.” Ujar Tri.
Tepat jam 17.30 wib aksi tersebut selesai dan semua pekerja membubarkan diri dengan tertib dan pekerja shif masuk kembali bekerja.(Kspd)

Komentar

News Feed