oleh

50 Personel Ikuti Kehumasan Jurnalistik dan Cyber Troops di Polres Majalengka

-News-180 views

Min.co.id-Majalengka-Polres Majalengka, menggelar pelatihan kehumasan peningkatan kemampuan SDM bidang Jurnalistik dan Cyber Troops atau pasukan dunia maya, di Aula Sindangkasih, Polres Majalengka, Selasa (10/7/2018)

Kapolres Majalengka, AKBP Noviana Tursanurohmad, S.Ik., M.Si membuka pelatihan yang di ikuti sebanyak 50 personel Polres Majalengka, yang terdiri dari seluruh para kasi humas polsek jajaran dan perwakilan dari bagian satuan fungsi masing-masing.

Instrukturnya sendiri langsung mendatangkan pimpinan Cyber Troops dari jakarta untuk memberikan materi pelatihan kehumasan khususnya mengenai pembuatan berita dan mengenai Intelligence Media Management (IMM) serta patroli pasukan dunia maya atau Cyber Troops.

Dalam sambutannya Kapolres Majalengka AKBP Noviana Tursanurohmad mengatakan bahwa tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan profesionalisme personel di bidang kehumasan.

Dimana menurut Kapolres Humas saat ini menjadi andalan dan sebagai ujung tombak dalam menyampaikan berbagai program dan informasi Polri ke masyarakat luas dan Kapolres mengingatkan, para personel agar mengikuti pelatihan ini dengan serius memahami tekhnik-tekhnik penulisan berita, tekhnik pengambilan gambar agar data dan materi informasi yang disebarkan bermanfaat bagi masyarakat luas serta menjadi sarana promosi dan komunikasi yang efektif untuk citra Polri yang lebih baik.

Untuk membentuk citra Polri ditengah masyarakat, kita dituntut untuk selalu berinovasi agar dapat memberikan kontribusi bagi Polri dalam memberikan informasi yang seluas-luasya kepada masyarakat pungkas Kapolres

Sementara itu, Pimpinan Cyber Troops, Sahru menjelaskan, di era digital ini. Seperti, Medsos dan transparansi ini, Polri dituntut harus lebih memahami dan profesional dalam menjalankan tugas khusus dalam hal pemberitaan atau jurnalistik yang disajikan kepada publik.

Selain itu, Polri harus mempu menghanter berbagai isu yang tidak benar agar masyarakat tidak termakan berita bohong yang dapat mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat.

“Karena berita atau informasi yang terbit tanpa konfirmasi yang akurat maka akan menimbulkan persepsi dikalangan pembaca, bahwa apa yang diberitakan adalah faktual. Oleh karenanya kita harus mampu menangkal berbagai berita hoax tersebut,” tukasnya. (topik )

Komentar

News Feed