oleh

Lokasi Rawan Begal Dan Jambret Di Depok

-News-509 views

Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro, memastikan jajarannya bakal menembak mati jambret.

Sebab hal itu merupakan instruksi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis, untuk melakukan tindakan tegas dan terukur berupa tembak ditempat untuk memberantas begal dan jambret.

Karenanya kata Bintoro jajarannya juga sudah melaksanakan operasi kewilayahan, sesuai instruksi Kapolda Metro Jaya dengan menyisir wilayah rawan begal dan jambret di Depok, Selasa (3/7/2018) malam hingga Rabu (4/7/2018) dinihari.

Dari catatan Warta Kota sejak 2016 lalu sampai kini sejumlah lokasi di Depok yang cukup sering terjadi aksi begal dan penjamberetan diantaranya adalah di Jalan Juanda, di sekitar Grand Depok City, Jalan
Pitara dan Jalan Kali Licin, Kawasan Tapos dan Cimanggis, hingga Jalan Citayam dan lainnya.

Menurut Bintoro sejumlah lokasi yang dianggap rawan begal dan jambret di Depok itu, akan terus dipantau pihaknya sembari menggelar operasi kewilayahan yang diinstruksikan Kapolda Metro hingga Agustus mendatang.

“Kita akan sisir semua lokasi untuk memberantas aksi jambret dan begal di Depok ini,” kata dia.

Peristiwa penjambretan teranyar di Depok adalah terjadi di Jalan Kali Licin, Pancoran Mas, Sabtu (30/6/2018) dinihari sekira pukul 02.00 lalu.

Dua penumpang motor yakni Ahmad Rifaldi (24) alias Aldi dan bibinya Lilis Suryani (40) mengalami luka-luka di tubuhnya akibat terjatuh dari motor matic.

Mereka baru saja mencoba kabur dari cegatan dua pelaku begal bermotor yang memepet mereka dan hendak menjambret HP atau smartphone yang dibawa Lilis.

Para pelaku yang diduga membawa senjata tajam, sempat meminta paksa smartphone atau telepon seluler yang dipegang Lilis, ketika gagal menjambretnya.

Namun Lilis yang dibonceng Aldi, menolak dan sebelumnya sempat mengelak dari upaya perampasan pelaku.

Sadar atas upaya pelaku, Aldi yang mengendarai motor, langsung tancap gas dan kabur dari cegatan pelaku.

Namun karena diduga kurang perhitungan dan ruas jalan yang rusak, motor yang dikendarai Aldi dengan membonceng Lilis akhirnya terjatuh di Jalan Kali Licin di simpang Jalan Masjid, Kampung Pitara.

Aldi mengalami luka memar dan lecet di kedua kaki, tangan dan tubuhnya, sementara Lilis mengalami luka sobek di mulut selain juga memar dan lecet di sekujur tubuhnya.

Keduanya kemudian dilarikan warga yang mengetahui kejadian ini, ke rumah sakit terdekat. Aldi dilarikan ke RS Citama, Citayam, sementara Lilis dibawa ke RS Bhakti Yudha, Sawangan.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Wowor menuturkan saat kejadian Aldi yang tercatat warga Pancoran Mas, Depok, baru saja menjemput bibinya Lilis dari Jakarta.

Aldi hendak mengantar bibinya itu ke tempat kontrakannya di Kampung Wadas di Jalan Kali Licin, Pancoran Mas, Depok.

“Namun dalam perjalanan, motor yang ditumpangi korban, dipepet dua pelaku yang juga berboncengam motor. Pelaku ingin merampas HP korban. Tapi aksi pelaku gagal karena korban kabur dan berupaya meloloskan diri dari kejaran pelaku. Hingga akhirnya kedua korban bersama motornya terjatuh,” kata Roni.

Menurut Roni, pihaknya langsung meminta keterangan sejumlah saksi dan kedua korban serta melakukan olah TKP, usai menerima laporan peristiwa ini.

“Dalam peristiwa ini tidak ada barang korban yang diambil pelaku. Jadi masih percobaan perampasan, karena belum terjadi. Para pelaku diduga mau merampas HP milik korban,” kata Roni.

Menurut Roni kedua korban yang mengalami luka-luka masih dalam perawatan di dua rumah sakit berbeda. Terutama kata dia, korban Lilis yang mengalami luka sobek di mulut dan dirawat di RS Bhakti Yudha, Sawangan. Sementara Aldi dirawat di RS Citama, Citayam.

Keduanya kata Roni, sudah dimintai keterangan pihaknya, meski belum membuat laporan resmi.

Walaupun begitu tambah Roni, pihaknya tetap mendalami kasus ini dan tengah berupaya mengidentifikasi kedua pelaku, untuk dapat membekuknya. “Kasusnya masih terus kami dalami, untuk mengungkap pelakunya” kata Roni.(wk)

 

Komentar

News Feed