oleh

Sidang Praperadilan Suherman VS Kapolda Lampung

-News-668 views

Min.co.id-Lampung-Pengadilan Negeri kelas II Kota Agung Tanggamus Lampung mengelar sidang praperadilan kedua atas Kepolisian Daerah Lampung ( Polda Lampung ) pada Senin (2/7/2018).

Praperadilan tersebut diajukan oleh Suherman Bin Sundoro (42) warga desa Pandansari Selatan Kec. Sukoharjo Kab. Pringsewu Lampung melalui kuasa hukumnya Yalva, SH. dari kantor hukum Yalva Sabri, SH & Partners. Terhadap termohon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Cq. Kepala Kepolisian Daerah Lampung ( Kapolda Lampung )

Suherman disangkakan ikut serta dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan terhadap seorang korban yang bernama Sudari warga dusun Grujukan II, Desa Roworejo Kecamatan Negeri Katon Kab. Pesawaran Lampung yang terjadi pada18 Desember 2014 lalu.

Sebelumnya sidang praperadilan pertama, digelar pada 25 juni 2018 yang lalu, namun pihak Polda Lampung berhalangan hadir karena agenda pilkada serentak dan kuasa hukum belum ditanda tangani oleh Kapolda Lampung.

Dalam sidang kedua yang dipimpin Hakim Tunggal Farid, Termohon yang diwakili kuasa hukumnya I made Kartika, SH, MH. dan Yuliantini, SH. Memberikan jawaban atas tuntutan kuasa hukum Suherman, yang telah diajukan pada sidang pertama 25 juni 2018 yang lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya Suherman Bin Sundoro ditangkap anggota satuan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung dirumahnya Desa Padansari Selatan Kec. Sukoharjo Kab. Pringsewu Lampung pada 26 Mei 2018 dengan tanpa memberikan surat penangkapan yang diberikan kepada pihak keluarga. Sementara keluarga Suherman seperti yang disampaikan kakak kandungnya Kamsidi (52) baru mengetahui keberadaan adiknya setelah dirawat dirumah sakit Bayangkara Bandar Lampung pada senin 28 mei 2018.

Rencananya sidang praperadilan selanjutnya kembali akan digelar pada hari ini Selasa (3/7) dengan agenda mendengar replik dari kuasa hukum Suherman, kemudian dilanjutkan pada hari Rabu (4/7) duplik dari kuasa hukum Polda Lampung, kamis (5/7) mendengar keterangan saksi-saksi dan pada jum’at (6/7) akan dibacakan kesimpulan. Menurut penjelasan Hakim Tunggal Farid dalam persidangan, dijadwalkan pada senin (8/7) sudah bisa dibacakan putusan sidang. (Agus/red*)

Komentar

News Feed